Anak Susah Tidur? Yuk, Temukan dan Atasi Penyebabnya

Salah satu faktor pendukung bagi tumbuh kembang anak adalah tidur yang cukup. Karena itu, tidur yang nyenyak menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan untuk anak-anak. Lalu, bagaimana bila anak susah tidur siang bahkan kerap terbangun di malam hari?

Jawabannya adalah, Anda selaku orang tua perlu mencari tahu alasan dibalik kesulitan tidur sang buah hati. Berikut ini Anda bisa menyimak beberapa hal yang menjadi alasan anak susah tidur pulas.

Tempat Tidur yang Tidak Nyaman

Tempat tidur yang acak-acakan atau mungkin alas tidur yang tidak nyaman bisa menghambat anak untuk terlelap. Pilihlah bahan yang nyaman, tidak panas, dan lembut untuk digunakan sebagai alas tidur anak.

Anak tidur lelap di tempat tidur yang nyaman

Kenyamanan akan Membuat Anak Mudah Terlelap (3.bp.blogspot.com)

Jangan menggunakan seprai yang memiliki banyak ornamen yang bisa mengganggu kenyamanannya tidur. Hindarkan meletakkan banyak benda atau mainan di tempat tidurnya. Apalagi sampai menaruh gadget Anda di sebelah tempat tidurnya.

Faktor Usia

Anak yang masih berusia sangat kecil umumnya memang mudah terbangun. Bayi berusia 0-4 bulan belum memiliki pola tidur yang rutin. Justru di usia inilah saat dimana orang tua harus menyesuaikan diri dengan alarm alami si kecil.

Tenang saja, fase ini sangat wajar dan akan berlalu dengan sendirinya. Biasanya bayi berusia di atas 4 bulan mulai menemukan pola tidur yang rutin. Asalkan orang tua mau mengimbanginya dengan pola menyusui yang juga rutin.

Namun, perhatikan bila bayi tidur gelisah dan menangis dalam waktu yang lama. Mungkin terdapat gangguan kesehatan yang harus segera diatasi.

Sakit Karena Posisi Tidur yang Salah

Anak kecil tidak akan menangis atau merengek di tengah malam jika tidak ada alasan yang jelas. Bisa jadi dia merasakan sakit pada tubuhnya. Hal ini harus diwaspadai oleh Bunda dan Ayah. Jangan sampai kita mengabaikannya.

Bahkan bisa jadi posisi tidurnya menimbulkan kesemutan atau nyeri pada tubuhnya. Ingat, anak yang berusia di bawah 1 tahun belum terlalu bisa mengontrol posisi tubuhnya dengan stabil. Maka terkadang mereka merasakan sakit akibat posisi tidur yang salah. Ayah dan Bunda bisa membantu dengan mengubah posisi tidur mereka jika dirasa kurang pas.

Gangguan Pernapasan

Anak susah tidur karena hidung tersumbat atau napas sesak. Kedua alasan tersebut bisa membuat si kecil terjaga, bahkan tidak dapat tertidur. Gangguan pernapasan bisa terjadi akibat si kecil terinfeksi flu atau alergi.

Kenali anak Anda, apakah dia memiliki kecenderungan alergi atau tidak. Karena tidak semua batuk atau pilek disebabkan oleh virus influenza. Ada kalanya produksi dahak berlebihan disebabkan oleh alergi makanan atau lingkungan.

hidung tersumbat mengakibatkan anak susah tidur

Anak Susah Tidur Karena Hidung Tersumbat (s3.amazonaws.com)

Lapar

Anak yang lapar tentu sulit untuk bisa terlelap. Maka kita harus memastikan bahwa si kecil sudah cukup kenyang sebelum dia beranjak tidur. Jika perutnya lapar, dia bisa terbangun sewaktu-waktu dan ini dapat mengganggu ritme tidurnya.

Faktor Psikologis dari Orang Tua

Sebagai anak, terlebih jika dia masih berusia di bawah 3 tahun, anak sangat peka terhadap kondisi psikologis orang tuanya. Perasaan sedih, kesal, marah, hingga stress dari orang tua dapat berimbas anak merasa gelisah. Apalagi jika orang tua punya kebiasaan membawa masalahnya sampai waktu menjelang tidur.

Lingkungan yang Berisik

Tidur butuh ketenangan. Ini sebenarnya berlaku untuk semua orang, bukan cuma bagi si kecil. Upayakan si kecil tidur di lokasi yang tenang dan jauh dari aktivitas yang bising.

Kasihan jika dia harus terbangun karena suara berisik. Ingat lho, tidur bagi anak sangat penting untuk optimalisasi tumbuh kembangnya.

Kebiasaan Ditemani

Si kecil yang terbiasa tidur dengan ditemani akan sangat sulit untuk memulai tidur sendiri. Akibatnya, meskipun merasa ngantuk, anak cenderung merengek dan merasa kesal, alih-alih mencoba tidur sendiri. Orang tua sebaiknya mulai membiasakan meninggalkan si kecil tidur di kamarnya sendiri.

Tentu saja, hal ini berlaku untuk anak dengan usia diatas 2 tahun. Meskipun jika melihat kebiasaan orang asing, mereka sanggup untuk membiasakan anak mereka tidur di kamar bayi sejak usia dibawah 1 tahun. Jadi, tergantung dengan pembiasaan orang tua ya, mana yang paling sesuai dengan Anda.

Sering Digendong

Anak yang terbiasa ditimang sebelum tidur memang menyebabkan dia susah tidur jika pola gendong dan timang tidak dilakukan. Jangan khawatir, hal ini masih bisa diubah. Apalagi jika usia si kecil memang masih belia.

Anak sering digendong

Kebiasaan Digendong Membuat Anak Susah Tidur Sendiri (meetdoctor.com)

Jadi dia masih bisa dibiasakan untuk tidur tanpa digendong dulu.  Meskipun, kadang anak yang tampak manja sebenarnya mengalami sakit yang luput dari perhatian kita. Entah bagian tubuhnya keseleo, atau pencernaannya terganggu.

Ruangan Tidur yang Pengap

Kenyamanan ruang tidur sangat penting bagi anak. Terlebih bagi si buah hati yang usianya masih di bawah 3 tahun. Tidur di tempat yang pengap dapat menyebabkan tidurnya tidak nyenyak dan mudah terbangun di malam hari.

Untuk itu, orang tua harus memastikan sirkulasi udara yang baik untuk ruangan tidur si kecil. Tidak pengap juga tidak lembab. Dengan kondisi kamar yang nyaman akan mendukung tidurnya.

Anak Kepanasan

Bayi yang kegerahan tidak akan bisa tidur nyenyak. Gunakan pakaian tidur yang sesuai dengan iklim serta lokasi tidurnya. Jangan memaksakan bahan pakaian tidur atau piyama yang mungkin menyebabkan si kecil kepanasan.

Perlu diingat, si kecil masih sangat peka dengan suhu lingkungan sekitarnya, sehingga cuaca yang terlalu panas dapat membuatnya tidak nyaman. Yang mana akan berakibat si kecil susah tidur pulas.

Merasa Kedinginan

Ini juga berkaitan dengan poin sebelumnya ya Bunda. Jangan lupa terlalu panas atau terlalu dingin tidak akan membuat si kecil nyaman untuk terlelap. Biasakan mengenali suhu lingkungan yang paling pas untuknya. Hal ini juga berlaku dalam menentukan pakaian tidur yang paling tepat untuk digunakan oleh buah hati Anda.

Biang Keringat

Anak-anak mudah berkeringat. Ini sangat wajar. Terkadang mereka berkeringat di saat tidur. Untuk menghindari hal ini, orang tua dapat menggunakan pendingin ruangan atau piyama dengan bahan yang mampu menyerap keringat dengan baik.

biang keringat membuat anak susah tidur

Biang Keringat Bisa Membuat Bayi Gelisah dan Menangis (www.tesco-baby.com)

Keringat berlebih yang tidak diserap dengan baik oleh pakaian dapat menyebabkan biang keringat. Dan si kecil akan lebih terganggu tidurnya. Selain itu, biasakan mengganti pakaian yang basah akibat keringat, sehingga si kecil tidak terkena ‘masuk angin’.

Gangguan Serangga atau Nyamuk

Tidur yang nyaman adalah yang bebas dari gigitan serangga ataupun nyamuk. Pastikan kamar yang digunakan untuk si kecil bebas nyamuk ya Bunda. Atau gunakan kelambu untuk melindunginya dari gigitan serangga ataupun nyamuk.

Cara lainnya juga bisa dengan menggunakan minyak sereh yang diteteskan di sehelai sapu tangan dan diletakkan di dekat si kecil. Atau bahkan menggunakan minyak telon yang juga anti nyamuk pada si kecil. Keduanya bisa Anda coba.

Perut Kembung

Siapa yang bisa tertidur pulas jika perutnya kembung? Nah, perut yang kembung pada si kecil dapat diatasi dengan pijatan lembut di daerah perut dan telapak kaki. Bantu pula dengan menengkurapkan tubuhnya, sehingga gas dapat keluar dari perut si kecil.

Tidur di Tempat Baru

Anak yang berada pada lingkungan atau suasana baru biasanya butuh waktu sebelum mereka bisa tidur lelap. Tentu ini berlaku jika tempat baru tersebut memiliki suasana dan suhu lingkungan yang sangat jauh berbeda dibandingkan rumahnya.

Sebagai orang tua, yang penting untuk dilakukan adalah membuat anak merasa senyaman mungkin dan tetap menerapkan kebiasaan saat di rumah, seperti jadwal tidur yang tidak diubah.

Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula Menjelang Waktu Tidur

Biasakan tidak memberikan makanan atau minuman dengan kandungan gula yang tinggi tepat sebelum anak akan tidur. Selain dapat merusak gigi, kadar gula tersebut hanya akan menghambat rasa kantuk, sehingga mereka malah akan terjaga. Bisa jadi, si kecil malah aktif bermain di saat waktu tidurnya telah tiba.

Terlalu Banyak Bermain Menjelang Waktu Tidur

Nah, ini juga salah satu penyebab kenapa anak susah ngantuk atau malas tidur meski waktu tidurnya telah tiba. Bagi anak-anak, pengkondisian saat jelang waktunya tidur menjadi sangat penting. Seperti membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan piyama.

gantilah popok dan pakaian sehingga anak tidak susah tidur

Popok dan Pakaian yang Bersih akan Membantu Anak Tidur Nyenyak (rbk.h-cdn.co)

Sehingga dia pun akan mengenali dan mengingat waktunya tidur. jika tidak demikian, anak tidak akan memiliki jadwal tidur yang jelas. Apalagi jika dia diajak bermain di waktu tidurnya. Alih-alih nyenyak, biasanya anak jadi sering terbangun di tengah tidurnya.

Meniru Kebiasaan Tidur Orang Tua

Kebiasaan orang tua tanpa sadar akan menjadi contoh bagi sang anak. Orang tua perlu bersikap lebih peka dan menunjukkan contoh jika ingin dituruti. Ini juga berlaku pada penentuan jam tidur.

Ketika mengajak sang buah hati untuk beristirahat, Anda pun harus menunjukkan bahwa Anda juga akan beristirahat bersama mereka. Begitu pula halnya dengan anggota keluarga yang lain. Semua harus menunjukkan pola yang sama.

Merasa Takut

Kebiasaan menakut-nakuti anak adalah kebiasaan yang sangat buruk. Hanya akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang pengecut dan tidak mandiri. Tanpa sadar orang tua, anggota keluarga lainnya, atau bahkan pengasuh anak sering menakut-nakuti anak.

Mungkin bagi beberapa orang hal ini terkesan lucu. Namun tidak bagi si anak. apapun objek yang membuatnya takut dapat juga menumbuhkan trauma sehingga dia akan tumbuh dengan ketakutan yang ditanamkan dalam dirinya sejak kecil.

Bisa jadi melalui cerita hantu, monster dan sejenisnya. Efeknya, anak takut tidur sendiri, atau bahkan gelisah dan kesulitan tidur di malam hari. Peran orang tua untuk memulihkan kepercayaan dirinya sangat penting. Jangan malah menjadi salah satu bully yang semakin membuat anak menutup diri.

Jadwal Tidur yang Tidak Rutin

Jadwalkan jam tidur bagi anak untuk sehari penuh. Sesuaikan dengan usianya. Karena semakin besar usia anak, maka dia akan lebih aktif sehingga porsi tidur beralih ke malam hari.

Dengan jadwal tidur yang rutin, anak Anda tidak akan kehilangan porsi tidur untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, anak akan terbiasa bangun pagi dan beraktifitas di pagi hari.

Tidur Terlambat

Hindarkan aktivitas bermain yang menyebabkan anak terlambat tidur. Waktu tidur yang terlambat akan menyebabkan dia kesulitan untuk merasa ngantuk kembali.

Jam tidur yang dilewati juga hanya akan membuat dia bangun lebih siang. Efeknya, tubuh si kecil akan terasa kurang segar karena tidak terkena udara dan matahari pagi.

anak susah tidur karena merasa takut

Anak Susah Tidur Karena Takut (assets.babycenter.com)

Mengalami Mimpi Buruk

Mimpi buruk pada anak-anak bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari trauma karena di takut-takuti oleh orang di sekitarnya, karena dimarahi orang tua secara berlebihan, atau karena dia merasa tertekan. Orang tua perlu mewaspadai adanya kemungkinan trauma berkepanjangan dari si kecil.

Untuk itu ketika si kecil terbangun di malam hari karena bermimpi buruk, Anda harus menemani si kecil. Perhatikan apa yang mungkin mengakibatkan mimpi tersebut. Bahkan jika si kecil sudah bisa berkomunikasi secara lancar, tanyakan kepadanya kenapa dia bisa bermimpi buruk.

Nah, beberapa alasan anak susah tidur siang maupun malam hari tersebut dapat menjadi gambaran bagi Ayah dan Bunda. Jika si kecil masih juga kesulitan untuk tidur, baiknya Anda berkonsultasi juga dengan dokter spesialis anak. Jangan ragu untuk bertanya, ya.

Comments