Anak Suka Membaca? Ayo, Kenali Ciri-Ciri Buku Cerita Anak yang Baik!

Buku adalah gudang ilmu. Suka membaca berarti akan membuat wawasan menjadi luas. Membaca buku cerita adalah salah satu metode menstimulasi perkembangan otak anak.

Meskipun era digital telah semakin merangsek maju, tapi bukan berarti buku sudah kehilangan masanya. Buku cerita tetap mempunyai porsinya sendiri. Banyak orang tua memberikan buku cerita kepada anak agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang suka membaca.

Tapi, bukan berarti orang tua bisa membebaskan anak memilih buku cerita sesukanya. Saat ini, tampilan buku kadang menipu. Ditambah dengan kelalaian orang tua melihat tipe buku yang dipilih oleh anak. Tanpa sadar, si kecil ternyata malah membaca buku yang belum masanya.

Ada beberapa ciri-ciri buku yang baik untuk anak usia balita.

Buku Kaya Warna

Warna akan mendorong perkembangan otak anak. Stimulasi terhadap sel-sel otaknya terjadi tatkala dia mendengarkan cerita sambil menatap gambar yang berwarna-warni.

Variasi warna apapun bisa menjadi menarik baginya. Terlepas balita lelaki ataupun perempuan, tidak ada batasan gender untuk warna. Biarkanlah si kecil memperkaya benaknya dengan beragam warna yang ada.

Alur Cerita yang Sederhana

Buku cerita anak khusus balita yang baik mempunyai alur cerita yang pendek. Cerita pun masih sangat sederhana. Jangan heran, ya. Ini justru menandakan buku cerita tersebut memang layak untuk dibacakan kepada si kecil.

Anak yang masih balita mempunyai kemampuan konsentrasi yang masih pendek. Karena itulah, kisah-kisah sederhana akan membuatnya berimajinasi, tanpa membuatnya merasa bosan. Jangan lupa, saat ayah atau bunda membacakan buku, biasakan untuk mengajak si kecil berinteraksi.

Bagaimana caranya? Orang tua bisa mengajak anak bermain peran atau menanyakan kembali apa yang dilakukan oleh tokoh dalam cerita.

Jangan menekan si kecil untuk langsung bisa mengingat, ya. Karena setiap anak mempunyai daya tangkap yang berbeda-beda. Buatlah saat membaca buku menjadi momen berharga antara orang tua dan anak.

Buku Didominasi oleh Gambar

Gambar yang banyak dan bervariasi. Ini menjadi salah satu ciri penting buku cerita yang baik untuk balita. Tapi, jangan sampai lengah.

Pastikan ayah atau bunda membaca setiap buku cerita yang akan diberikan kepada ananda terlebih dulu. Baca dan perhatikan baik-baik, adakah gambar yang dirasa buruk atau tidak tepat berada di buku anak?

Jika ada, maka eliminasi buku tersebut. Jangan sungkan untuk meminta izin kepada pihak toko buku agar dapat melihat sampel buku yang ingin ayah atau bunda beli.

Orang Tua Sebaiknya Mendampingi Anak Membaca Buku Cerita

Dampingi Anak Saat Membaca Buku Cerita (news.fiu.edu)

Buku Tidak Mudah Robek

Bahan buku yang tidak mudah robek menjadi standar bagi buku untuk balita. Kenapa? Karena, balita masih menjalani perkembangan motorik. Ditambah rasa ingin tahu yang sangat besar. Itulah sebabnya mengapa balita suka merobek kertas, apalagi buku.

Buku Ringan dan Mudah Dibawa

Buku cerita yang ringan akan membantu si kecil dapat melihat atau membaca kembali bukunya di mana saja. Hal yang sangat lumrah bukan, melihat anak kecil suka membawa barang kesayangannya ke mana saja?

Memberikan sang buah hati buku yang tepat akan membantu dia berkembang menjadi anak yang suka membaca. Tapi, jangan cuma diberikan, ya. Dampingi si kecil saat melihat dan belajar membaca koleksi buku-bukunya.

Lalu, bagaimana jika anak telah menginjak usia 6 sampai 10 tahun? Akan lebih baik untuk memberikan porsi buku cerita yang lebih berisi untuknya. Berikut ciri-ciri buku yang baik untuknya.

Menggunakan Kata yang Tidak Berkonotasi Negatif

Kenapa? Pertama, anak akan mengambil kesimpulan yang mungkin salah. Kedua, dia mungkin akan menanyakan makna kata kepada orang di sekitarnya, yang bisa saja, jawabannya berbeda-beda.

Hal ini bisa membuat dia menentukan pilihan arti sendiri. Sayangnya, anak di usia ini belum bisa mengambil keputusan yang tepat. Maka, ada baiknya menghindarkan kata-kata yang berat dan bermakna ganda dari koleksi buku ceritanya.

Kosakata Baru

Buku cerita yang kaya akan kosakata dapat membantu kemampuan anak dalam berkomunikasi. Berikan buku cerita yang memang menggunakan kata yang baik dan benar. Hindari memberikannya buku dengan kata atau bahasa yang tidak baku.

Terlebih jika menggunakan kata-kata yang termasuk vulgar. Anak sangat mudah meniru. Dia akan menjadikan cerita yang dibacanya sebagai landasan imajinasinya. Maka, tidak heran jika anak cenderung berbicara dan berkomunikasi sesuai dengan apa yang dilihat, didengar, dan dibacanya.

Alur Cerita Berkaitan dengan Kehidupan Anak-Anak

Buku yang terbaik adalah yang mampu melibatkan pembacanya. Dalam hal ini, anak-anak suka dengan buku yang menceritakan kehidupannya dari sisi lain.

Baik buku petualangan ataupun buku tentang kisah kehidupan, semuanya harus memiliki keterkaitan dengan tokoh yang seusianya. Hal ini akan membantu dia memahami diri dan sekitarnya.

Cerita Mengandung Pengajaran Positif

Anak-anak membutuhkan semangat yang positif. Jangan berikan dia buku yang suram, kelam, dan penuh kekecewaan. Kecuali, pada akhirnya cerita berujung dengan baik.

Anak belum memahami tentang makna kehidupan. Pada usia 6-10 tahun, dia bahkan masih berjuang mengenali dan memahami dirinya sendiri. Jangan memberikannya beban berat yang masih sulit dicernanya.

Maka, memberikan buku cerita kepada anak bukanlah hal yang sederhana. Orang tua harus mempertimbangkan manfaat dan kelayakan cerita buku untuk dicerna oleh sang anak. Inilah alasan mengapa buku cerita dapat menjadi salah satu metode parenting yang baik dalam mendidik anak.

Buku cerita akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak. Bukan cuma itu, buku cerita dapat membuat anak membangun persepsi tentang diri juga lingkungannya. Positif atau tidak, itu semua tergantung dari bagaimana orang tua memutuskan buku yang boleh dibacanya.

Jadi, jangan lupa, ya. Biasakan untuk membaca dulu semua buku cerita yang akan ayah dan bunda berikan untuk ananda. Jadikan si kecil kaya ilmu melalui membaca buku cerita anak yang sesuai usianya.

Comments