Punya Bujet Minim? Simak 5 Ide Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga Kekinian

Menjadi seorang ibu adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang wanita. Hal yang kemudian melatarbelakangi keputusan seorang wanita mengakhiri kariernya dan banting setir menjadi ibu rumah tangga.

Namun, kebiasaan memperoleh penghasilan sendiri kerap membuat wanita tidak kerasan lama-lama berdiam diri tanpa aktivitas tambahan. Saat inilah umumnya mamah muda mencari-cari ide bisnis untuk ibu rumah tangga, yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan sang buah hati.

Pertanyaan berikutnya kemudian timbul. Dengan segudang kebutuhan si kecil, tentu agak egois untuk meminta sokongan dana sebagai modal usaha kepada suami. Lalu bisnis seperti apa yang bisa dilakukan dengan modal minim?

Pada tahap ini, ada 2 hal yang kemudian terjadi. Pertama, menyerah dan mengurungkan niat memulai bisnis kecil-kecilan. Kedua, mencari peluang usaha yang bisa dilakukan tanpa bujet besar.

usaha ibu rumah tangga sukses

Ibu Bekerja dari Rumah (workingmother.com)

Bila kamu memilih opsi kedua, maka beberapa ide bisnis berikut ini silakan dicoba. Bahkan hanya dengan bujet di bawah 500 ribu, bisnis ini bisa kamu jalankan dengan baik.

1. Menjual Produk Makanan Homemade

Hampir semua wanita punya hobi memasak. Ditambah dengan peluang bisnis makanan yang jelas tidak pernah sepi, kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk meraih penghasilan tambahan.

Membuka Catering

Bisnis jasa boga bisa menjadi pilihan yang menarik, lho. Pilihannya pun relatif banyak. Kamu bisa membuka jasa boga untuk makan siang karyawan, bekal anak-anak sekolah, atau menu MPASI bayi.

Dengan menu yang variatif dan harga yang relatif terjangkau, kamu bisa menawarkan jasa catering ini dimulai dari kawan atau lingkungan rumah. Tentunya, buat tester terlebih dulu, ya.

Modal untuk jasa boga ini akan terasa saat memulainya. Ketika telah berjalan, pastikan peserta catering telah menaruh deposit untuk minimal 1-2 minggu ke depan.

Metode deposit ini akan menjadi jaminan sekaligus memudahkan kamu untuk persiapan belanja makanan. Satu hal lagi yang penting untuk kamu perhatikan adalah, jangan sampai mengabaikan masukan dari para pelanggan, ya.

usaha rumahan untuk ibu rumah tangga yang sukses

Catering adalah Contoh Usaha Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga (urbancultivator.net)

Berjualan Frozen Food

Membuat frozen food terbilang mudah. Modifikasi rasa dan bahan bisa kamu lakukan untuk meningkatkan daya saing dibandingkan produk lain di pasaran.

Tentu saja, bisnis ini jika berkembang harus membuat kemasan khusus, izin dari Depkes, hingga sertifikat halal MUI. Namun, bisnis ini jelas sangat mungkin dimulai dengan kocek Rp 500 ribu-an saja.

Caranya, jangan tergiur membuat terlalu banyak variasi menu. Cukup utamakan 2 menu utama, misalnya; ekado dan nugget sayuran. Keduanya bisa kamu jual dalam bentuk beku ataupun matang dalam paket-paket kecil.

Seorang teman pernah melakukan ini untuk berjualan di kantin sekolah anaknya. Hasilnya, luar biasa. Anak-anak suka mengonsumsi nugget dan kudapan sejenis. Di sisi lain, jelas kualitas dan higienitasnya lebih terjaga.

Menjual Snack

Keripik pisang, kentang, bahkan keripik sayuran, semua itu bisa kamu buat di rumah. Sasaran pasar tentu mereka yang ingin mengonsumsi kripik sehat tanpa lelah membuat sendiri.

catering anak sehat

Membuka Jasa Boga untuk Menu Bekal Anak Sekolah Dasar (i.huffpost.com)

Kamu bisa mulai menjajal pasar dengan kemasan sederhana kripik homemade yang kamu buat. Lagi-lagi, seiring berkembangnya usahamu kelak, jangan malas untuk melakukan perizinan, ya.

2. Menjadi Influencer

Saat ini hampir tidak mungkin ibu-ibu muda tidak mempunyai gawai berupa smartphone. Laptop pun termasuk barang yang hampir dimiliki di setiap rumah keluarga muda. Jika kedua perangkat elektronik tersebut memang kamu miliki, maka pekerjaan sampingan sebagai influencer bisa kamu jalani.

Apa itu influencer? Buat kamu yang belum tahu, influencer marketing adalah pelaku pemasaran melalui akun media sosial atau blog pribadi.

Tugas kamu adalah menampilkan artikel atau posting materi iklan yang telah disediakan pihak yang meminta jasa kamu. Jika kamu terbilang aktif di media sosial, maka pekerjaan ini cocok untukmu.

Akan jauh lebih baik untuk memastikan isi akun kamu fokus pada tema tertentu. Misalnya, kamu mempunyai minat pada fashion atau kosmetik, maka pastikan posting-an kamu terkait tema-tema tersebut.

Kunci kesuksesan influencer adalah traffic blog atau akun dengan pengikut aktif yang banyak. Bukan cuma itu, kamu pun harus rajin melakukan posting yang memancing like atau share. Cara membuat konten berkualitas? Rajin-rajin browsing, ya.

Modal yang dibutuhkan untuk profesi ini terbilang kecil, hanya kuota dan akun media sosial yang selalu update. Kamu bisa berlangganan kuota internet yang nominalnya variatif.

Menggunakan kuota smartphone jelas lebih murah. Namun, harus pandai memilih provider dengan sinyalnya paling kuat di wilayah domisili kamu.

kerja dari rumah untuk ibu rumah tangga

Bekerja Secara Online (i.huffpost.com)

Biaya yang kamu butuhkan berkisar antara Rp100 ribu sampai maksimal Rp250 ribu per bulan. Itu pun kalau kamu benar-benar intensif menggali informasi, membuat konten atau posting-an yang berkualitas.

Di sisi lain kamu juga bisa memanfaatkan provider internet khusus. Saat ini yang tercepat adalah provider yang menggunakan teknologi fiber optic. Harganya pun beragam, tergantung kecepatan internet yang kamu pilih. Kisaran biaya mulai dari Rp150 ribu sampai dengan Rp250 ribu-an per bulan.

Bila kamu tertarik untuk mencoba menjadi influencer kamu bisa mendaftar ke iblogmarket.com. Kapan lagi, eksis di dunia maya sambil menambah penghasilan.

3. Menulis Konten Situs/Website

Suka menulis? Sayang kalau hobi atau kemampuan kamu tidak digunakan sebagai aset untuk menambah pemasukan.

Saat ini nyaris semua pebisnis muda menggunakan sarana situs pribadi untuk meningkatkan penjualan atau pemasukannya. Dalam hal ini, jasa penulis konten sangat dibutuhkan untuk menyokong aktivitas promosi melalui situs mereka.

Nah, di sinilah peran kamu dibutuhkan. Kamu bisa mengikuti forum penulisan khusus atau melamar ke situs penyedia jasa penulis konten.

Tentu saja keterampilan menulis kamu harus terus diasah. Karena, kunci penting dari penulis konten adalah kemampuan untuk menulis artikel berkualitas dan bukan hasil plagiat!

bekerja dari rumah secara online

Bekerja dari Rumah dengan Modal Minimalis (d236bkdxj385sg.cloudfront.net)

Modal untuk usaha ini pun serupa dengan pekerjaan sebelumnya, yakni kuota internet. Koneksi internet kamu butuhkan untuk memperoleh pekerjaan sekaligus riset seputar materi yang diminta oleh klien. Jelas, modal laptop pun harus sudah kamu miliki.

4. Memulai Bisnis Fashion

Ingin memulai butik kamu sendiri? Percaya atau tidak, hal ini bisa dimulai dengan modal minimalis.

Bisnis fashion adalah ranah yang tidak pernah sepi dari pembeli. Ada 2 metode yang bisa kamu lakukan jika ingin terjun ke bidang ini. Kamu bisa memulai dari A sampai Z jenis fashion kamu atau menjadi agen/reseller produk busana.

Menjadi Agen/Reseller Produk Pakaian

Tingginya persaingan bisnis busana menyebabkan para owner fashion berlomba-lomba mencari agen atau reseller. Hal ini dilakukan dengan menawarkan paket yang menarik dan terjangkau.

Biasanya untuk menjadi reseller kamu cukup membeli 3 sampai dengan 6 lembar pakaian. Bahkan ada yang menawarkan paket kaos anak dengan kisaran harga Rp300 ribu sampai Rp500 ribu-an saja.

cara memulai bisnis baju

Memulai Bisnis Fashion (arabiaweddings.com)

Hal yang terpenting ketika memutuskan menjadi agen atau reseller suatu produk adalah, kamu benar-benar yakin dengan kualitas barangnya. Jangan ragu untuk mencoba membeli 1 produk terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.

Menjadi Owner Bisnis Pakaian

Bidang ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar-benar menyukai dunia fashion dan memiliki kemampuan mendesain pakaian. Meskipun bisa saja kamu membuat desain yang kemudian dicetak ke atas kaos polos berkualitas. 

Pertama, kamu bisa memulai dengan membuat beberapa contoh desain dan membeli bahan dalam jumlah kecil. Untuk hal jahit-menjahit, kamu bisa mencari konveksi atau penjahit khusus yang bisa mampu menerima orderan partai kecil maupun besar.

Langkah selanjutnya adalah membuat model pakaian. Setidaknya buat 3 sampai 5 model pakaian yang terbilang modis dengan harga bersaing. Ambil foto semua model pakaian yang sudah kamu buat.

Langkah berikutnya, manfaatkan kekuatan akun media sosial, situs pribadi atau marketplace. Buatlah posting-an foto pakaian tersebut. Kemudian, tawarkan sistem purchased order (PO).

modal usaha toko baju

Membuat Desain Baju Sendiri, Kenapa Tidak? (i.huffpost.com)

Kunci penting dalam bisnis ini adalah menemukan pasar yang tepat, waktu pembuatan yang tepat, sekaligus menjaga kualitas barang.

Sampaikan sejelas mungkin dalam posting-an yang kamu buat terkait:

  • Jumlah minimal pembuatan produk.
  • Bahan, ukuran, dan pilihan warna produk.
  • Konsekuensi yang mungkin ada seperti; keterlambatan waktu pembuatan.
  • Sistem pembayaran, lunas ataukah menggunakan separuh pembayaran.

Catatan penting jika kamu ingin memulai bisnis ini adalah memastikan kamu sudah membangun jaringan dengan penyedia bahan dan penjahit. Jangan sampai ketersediaan bahan yang tidak jelas atau komitmen penjahit yang buruk menghancurkan peluang bisnis kamu.

5. Membuat Kerajinan Tangan

Terampil membuat pernak-pernik menarik? Jangan sia-siakan bakat kamu. Terlebih bila kualitas kerajinan tangan kamu layak untuk dipasarkan. Berikut ini adalah beberapa jenis kerajinan tangan yang laku di pasaran.

Aksesoris

Membuat aksesoris dari bahan kawat atau manik-manik selalu populer di kalangan wanita. Mulai dari bentuk bros, hingga headpiece, semuanya memiliki pasarnya masing-masing.

Bakat dan kemampuan membaca mode yang sedang nge-tren akan menjadi modal utama. Sedangkan modal lainnya adalah tang, benang nilon, dan manik-manik atau kain khusus sebagai bahan aksesoris.

cara membuat aksesoris hijab

Headpiece Hijab (hijabiworld.com)

Tentu biaya akan meningkat tergantung pada bahan apa yang ingin kamu gunakan. Namun, nominal Rp500 ribu bisa menghasilkan sampel aksesoris yang mumpuni, kok.

Strategi pemasarannya pun relatif sederhana. Kembali, peran akun media sosial akan sangat membantu kamu.

Pernak-Pernik Interior

Hiasan dinding atau aksesoris rumah lain, telah semakin digandrungi oleh banyak ibu-ibu rumah tangga. Jangan anggap remeh, penghasilan tambahan dari membuat pernik ini cukup lumayan, lho.

Hebatnya lagi, kebanyakan dari kerajinan ini justru berbahan baku barang-barang bekas. Jadi disamping memperoleh penghasilan, kamu juga membantu proses daur ulang sampah.

Metode yang bisa kamu terapkan dalam membuat pernak-pernik ini pun beragam. Salah satu metode yang sedang booming adalah decoupage.

Decoupage relatif mudah dan bisa menggunakan hampir semua media padat. Kelebihan yang harus kamu miliki adalah desain yang lebih unik dan sulit didapatkan.

Namun metode mana pun yang kamu gunakan, upayakan agar hasil kreasi kamu memiliki nilai manfaat dan unik. Berikutnya, faktor harga yang bersahabat akan menjadi penentu.

cara membuat gelang manik handmade

Aksesoris Buatan Tangan (ladolcevitachicagodotcom.files.wordpress.com)

Produk yang berkualitas dan sasaran pasar yang tepat, akan membuat bisnis kamu melaju pesat. hal ini jelas harus diiringi semangat belajar. Dan yang pasti libatkan pasangan kamu dalam hal ini.

Bisnis apapun itu, tantangan terbesar yang dihadapi oleh seorang ibu rumah tangga adalah dalam hal manajemen waktu. Di satu sisi harus membagi prioritas antara memastikan anak-anak, suami, dan pekerjaan rumah tidak terbengkalai. Di sisi lain keinginan mengejar target pribadi.

Untuk itu, lakukanlah secara bertahap. Jangan gegabah dalam memulai bisnis. Bersikaplah terbuka terhadap segala masukan dari lingkungan kamu. Dan pastikan pencatatan keuangan serta operasional bisnis kamu rapi dan tertib.

Satu lagi hal penting yang wajib kamu catat. Tidak ada bisnis yang sukses secara instan. Namun kamu jangan cemas, meski modal ngepas jika tekun dan serius, mungkin saja ide bisnis kamu akan sukses meraih profit. Jadi, manakah ide bisnis untuk ibu rumah tangga yang paling cocok buat kamu?

Comments