Kapan Anak Seharusnya Mulai Bisa Bicara?

Tidak sedikit orang tua yang menantikan sang buah hati untuk bisa berbicara. Terlebih bila anak sebaya dari kerabat dekat atau kawan sejawat, telah sanggup mengucapkan kalimat lengkap. Namun, sebenarnya kapan anak mulai bisa bicara?

Bila dibenturkan dengan pertanyaan tersebut, tak jarang orang tua tidak bisa menjawabnya. Padahal sebelum memusingkan kapan anak mulai berbicara, ada hal penting yang perlu orang tua ketahui. Hal itu adalah usia ideal anak mulai berbicara, dan usia berapa anak bisa dikatakan terlambat bicara.

Nah, artikel ini akan mengulas perkembangan kemampuan anak dalam hal mengenali dan meniru suara, hingga akhirnya bisa berbicara. Yuk, kita simak bersama.

Perkembangan di Usia 0-6 Bulan

Sejak dalam kandungan, si kecil telah mulai merekam suara ayah dan bundanya. Inilah salah satu alasan mengapa bayi yang sering diajak berbicara sejak dalam kandungan, akan lebih mudah menirukan bahasa kedua orang tuanya.

Ketika berusia 0 bulan, satu-satunya bentuk komunikasi yang dilakukan bayi adalah menangis. Namun seiring bertambahnya usia, bayi mulai bisa membuat suara-suara tertentu. Hal ini dikenal dengan sebutan cooing.

Usia ideal bayi bisa bicara

Komunikasi Bayi (3.bp.blogspot.com)

Normalnya, cooing mulai dilakukan saat usia bayi menginjak 2-3 bulan. Pada usia diatas 3 bulan, bayi akan sangat menyukai mainan yang bersuara. Dia pun mulai suka mencari sumber suara di sekitarnya.

Menjelang usia 6 bulan, bayi mulai bisa memberi respons saat namanya dipanggil. Bayi juga mampu mengenali nada suara dan emosi Anda saat berbicara kepadanya. Itulah sebabnya, si kecil bisa merasakan kesedihan atau kebahagiaan saat Anda bermain dengannya.

Kemampuan si kecil pun menjadi lebih berkembang. Cooing akan berubah menjadi babbling. Ocehan babbling adalah celotehan dengan satu suku kata saja. Beberapa contoh babbling adalah; “bababa”, “dadada”, “tatata”, dan sejenisnya.

Pada tahap ini, bayi sudah bisa mengatur intonasi suara berikut emosi yang sedang dirasakannya. Bahkan, si kecil sudah mampu menunjukkan ekspresi muka yang sesuai dengan perasaannya.

Hal yang perlu Anda waspadai adalah bila pada rentang usia ini, si kecil belum merespons saat dipanggil namanya, atau tidak juga memulai fase babbling.

Perkembangan di Usia 6-12 Bulan

Menginjak usia 6-9 bulan, bayi mulai mengingat nama-nama orang maupun benda-benda yang ada disekelilingnya. Bahkan ekspresi yang ditunjukkannya telah lebih baik lagi.

Perlu diketahui, bahwa si kecil akan meniru nada suara yang paling sering didengarnya. Inilah alasan mengapa di usia emas ini, sang Ibu berperan penting untuk menemani tumbuh kembang anak.

Memasuki rentang usia 9-12 bulan, bayi seharusnya telah bisa mengatakan mama papa, atau nama panggilan kepada kedua orang tuanya. Memang, hal ini dipengaruhi oleh seberapa sering Anda mengulang nama panggilan tersebut di depannya.

kapan bayi mulai bisa bicara

Ibu dan Bayi (todaysparent.com)

Pada usia ini, bayi pun sudah bisa merespons dengan lebih baik saat dipanggil. Tidak hanya mampu menengok, dia pun dapat menunjukkan isyarat untuk menyampaikan keinginannya.

Beberapa isyarat yang biasanya sudah mampu dilakukan antara lain; melambaikan tangan, merentangkan tangan ketika minta digendong, menunjuk, menggelengkan kepala, dan sejenisnya.

Bayi yang memasuki usia setahun pun suka meniru suara yang didengarnya. Hebatnya pada usia ini , bayi setidaknya sudah mampu mengetahui lebih dari 20 kata.

Hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua adalah bila hingga usia 12 bulan bayi belum bisa menunjuk dengan jari, dan belum mampu berekspresi.

Perkembangan di Usia 12-18 Bulan

Inilah rentang usia yang menunjukkan pesatnya perkembangan kemampuan si kecil. Bukan cuma bisa mengucapkan lebih dari tiga kata yang jelas, tapi juga mampu merespons ‘ya’ atau ‘tidak’ ketika ditanya.

Beberapa bayi bahkan telah dapat menunjuk gambar tertentu atau bagian tubuh tatkala diminta. Jelang usia 15 bulan atau lebih, anak mulai bisa mengikuti perintah sederhana yang diberikan. Misalnya; “tolong ambil itu”, “taruh ya”, dan sejenisnya.

usia ideal bayi bisa bicara

Menengok Ketika Dipanggil (i.ytimg.com)

Di rentang usia inilah, anak menambah daftar kosakata dalam memorinya. Di akhir usia 18 bulan, si kecil sudah mampu mengungkapkan keinginannya melalui ucapan. Perlu diketahui, tak semua ucapan sejelas kalimat yang biasa Anda gunakan, ya.

Hal yang perlu orang tua waspadai adalah bila di usianya yang ke-16 bulan, si kecil belum juga bisa mengucapkan sepatah kata pun yang bermakna.

Perkembangan di Usia 18-24 Bulan

Rentang usia ini adalah momen yang tepat untuk semakin giat membacakan cerita kepada si kecil. Pasalnya, di waktu inilah anak menambah jumlah kosakata yang diketahuinya. Dia pun mulai dapat merangkai kalimat dengan dua kata. Misalnya: “mau minum”, “ayo main”, dan sejenisnya.

Meski pun pada beberapa kasus, ada anak yang pelafalan katanya masih agak samar. Misal: “mau num” (“mau minum”), “ku yapar (“aku lapar”), dan lain sebagainya. Dalam hal ini orang tua berperan penting untuk membantu perbaikan pelafalan kata anak. Jangan malah mengikuti lafal anak yang cadel. Hal ini akan membuat anak mempertahankan gaya bicara cadelnya.

kapan bayi mulai bisa bicara

Tertarik dengan Suara (kidsii.com)

Biasanya anak yang telah menginjak usia 24 bulan, mampu mengucapkan kata yang hampir sepenuhnya dimengerti orang lain. Kondisi ini sangat dipengaruhi pula oleh seberapa sering orang disekitarnya, baik orang tua atau pengasuh, memberikan stimulus pada anak.

Hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua adalah bila hingga anak menginjak usia 24 bulan, tidak ada kalimat dengan 2 suku kata yang bisa dimengerti orang lain.

Perkembangan di Usia 2-3 Tahun

Pada rentang usia ini, anak sudah bisa mengucapkan kalimat yang dimengerti oleh orang lain. Si kecil mulai sering menggunakan kalimat yang cukup panjang. Bahkan, mengucapkan kalimat dengan lebih dari 3 suku kata.

Rasa ingin tahu yang besar pun membuat si kecil cukup sering menggunakan kalimat tanya. Bila diajak bermain, dia sudah bisa membedakan warna dan menyebutkan nama-nama benda yang sering ditemukan disekitarnya.

Anak usia ini juga memiliki ciri khas suka mengulang kata dan mungkin suka bernyanyi. Jangan heran bila dia mulai suka mengulang atau meniru lagu dari acara kesukaannya. Karena itulah cara anak belajar kosakata baru lagi.

kapan anak mulai bisa bicara

Belajar Bicara Sambil Bermain (hopeafterhellps.files.wordpress.com)

Saat menginjak usia 3 tahun, anak sebaiknya lebih sering diajak menceritakan apa saja yang dia lakukan sepanjang hari. Hal ini akan menstimulasi anak untuk lebih aktif berbicara. Selain itu, juga akan meningkatkan bonding antara orang tua dan anak.

Hal yang perlu diwaspadai oleh orang tua adalah bila hingga usia 3 tahun, anak belum juga mampu mengucapkan kalimat menggunakan 2 suku kata secara jelas.

Perkembangan di Usia 3-5 Tahun

Memasuki usia di atas 3 tahun hingga dia mencapai 5 tahun, anak akan lebih fasih dalam berbicara. Anak sudah dapat menggunakan kalimat yang panjang, bahkan juga menyebutkan nama, usia, dan jenis kelaminnya.

Perhatikan bahwa bila di usia 4 tahun, anak seharusnya sudah bisa dimengerti oleh orang lain. Kalimat yang digunakan anak pun umumnya memakai lebih dari 4 suku kata.

Pada usia 4 tahun ke atas, anak seharusnya mampu bercerita dengan lancar. Terlebih dari itu, anak pun semestinya mampu menjawab detail dalam cerita ketika ditanyakan oleh Anda. Hal ini akan diikuti oleh kemampuan anak bersosialisasi dengan kawan sebayanya.

kapan usia ideal anak bisa bicara

Bacakan Buku Sedari Bayi (rbk.h-cdn.co)

Orang tua selayaknya peka memperhatikan bila terdapat satu bahkan lebih, dari hal yang perlu diwaspadai terjadi pada sang buah hati. Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak, tatkala poin perkembangan kemampuan verbalnya tak juga meningkat atau malah menurun.

Hal yang Bisa Menyebabkan Keterlambatan Bicara

Sebaiknya orang tua memperhatikan urgensi kemampuan bicara pada si kecil. Kenapa? Karena ada beberapa faktor klinis yang mungkin mengakibatkan anak terlambat bicara. Diantaranya adalah:

  1. Gangguan pada pendengaran
  2. Kelainan atau gangguan pada otak (misalnya; gangguan bahasa baik spesifik reseptif atau ekspresif, atau bahkan retardasi mental)
  3. Anak mengalami Autisme
  4. Kelainan pada organ mulut (gangguan artikulasi kata)

Upaya yang Harus Dilakukan Orang Tua untuk Menstimulasi Kemampuan Bicara Anak

Perlu dipahami bahwa anak yang mempunyai banyak kosakata berbanding lurus dengan seberapa sering Anda mengajaknya berbicara. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalisasi kemampuan berbicara si kecil.

1. Sering mengajak anak untuk berbicara.

Selalu ajak si kecil berbicara. Gunakan kata dan intonasi yang lembut namun jelas. Tujuannya tak lain agar si kecil mudah mengikuti kata yang Anda gunakan.

kapan usia ideal anak mulai bisa berbicara

Berbicara Akan Memengaruhi Kemampuan Anak Bersosialisasi (drdavidgeier.com)

2. Bacakan cerita secara rutin

Anak perlu mendengarkan cerita atau storytelling di usia emasnya. Hal ini akan membantu anak untuk memperkaya jumlah kosakata yang diketahuinya.

Jadi, jangan hanya bertanya kapan anak mulai bisa bicara? Melainkan, perhatikan setiap perkembangan kemampuan verbal anak seiring pertambahan usianya. Bila ditangani sejak dini, anak tak akan mengalami keterlambatan berbicara.

Sumber:

Ayahbunda dan IDAI.

Comments