Belajar Menghadapi Kehidupan dari Sendy Hadiat, Penderita Bipolar

Mungkin bagi sebagian orang, terkena gangguan mental seperti bipolar disorder adalah momok mengerikan. Bila pun terkena, tak jarang orang memilih mengabaikan bahkan menutupi kenyataan kondisi yang diderita. Padahal, penolakan inilah yang justru memperparah kualitas kehidupan si penderita.

Lain halnya dengan seorang Sendy Hadiat. Wanita kelahiran 7 Desember 1984 ini memilih untuk menghadapi tantangan hidup berupa kondisi bipolar disorder. Kondisi yang membuat dirinya beberapa kali nyaris mengakhiri hidup sendiri.

Mengenal Apa Itu Bipolar Disorder

Sesuai dengan namanya, kondisi ini merupakan gangguan mental yang membuat penderita mengalami perubahan suasana hati dengan cepat. Penderita kadang bisa merasakan sedih dan muram, tapi dalam waktu singkat dapat berubah menjadi enerjik.

apa itu bipolar disorder

Gangguan Bipolar (cdn-img.health.com)

Penderita bipolar akan mengalami dua fase gangguan yakni, fase mania (naik) dan fase depresi (turun). Ketika sedang mengalami fase mania, orang dengan bipolar (ODB) cenderung tampak bersemangat, penuh energi, hingga berbicara dengan tempo cepat. Namun tatkala mengalami fase depresi, penderita terlihat lesu, tak bersemangat menjalani rutinitas harian, dan bersedih.

Perlu Anda ketahui, bahwa penderita bipolar dapat sewaktu-waktu mengalami fase normal di antara kedua fase tadi. Tak sedikit penderita yang mengalami siklus dari setiap fase dengan cepat (rapid cycling). Di sisi lain, ada juga penderita yang justru mengalami fase gangguan dalam periode yang bersamaan (mixed state).

Penyebab gangguan mental ini belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli berpendapat bahwa kondisi ini kerap dipicu oleh tekanan hidup yang luar biasa. Hal ini pula yang dialami oleh Sendy Hadiat.

Menghadapi Bipolar Disorder

Sendy Hadiat bisa dibilang adalah satu di antara sekian banyak penderita lain. Hebatnya, alih-alih berdiam diri dan menekan gangguan yang dialaminya, Sendy malah berjuang mencari pertolongan, sejak dirinya dinyatakan mengalami bipolar pada tahun 2012.

Kondisi gangguan mental yang dialami Sendy memang akibat akumulasi cobaan kehidupan yang rumit. Dimulai dari dirinya yang hidup terpisah dari keluarganya sejak tahun 2011, hingga kemudian sang ayah mengembuskan nafas terakhir di Bali pada akhir tahun 2014.

Bukan cuma itu, tekanan mental dari mantan istri suami Sendy pun turut menambah berat kondisi psikisnya. Bukannya mendapat dukungan dari keluarga inti pihak suami, Sendy justru mendapat tekanan serupa.

Sampai akhirnya di tahun 2017 kondisi psikis Sendy yang terus tergerus, menyebabkannya kembali mencari solusi. Syukurlah suami mampu mengambil peran sebagai caregiver. Bersama, mereka mencari tahu dan mencoba memahami kondisi bipolar dan bagaimana mengatasinya.

kehidupan bipolar disorder

Buku Sendy Hadiat (3.bp.blogspot.com)

Inspirasi untuk Semua

Pergulatan batin dan perjuangan Sendy jelas bukanlah tanpa alasan. Anak-anak dan keluarga adalah titik penting pertarungannya melawan bipolar disorder. Sendy meyakini bahwa amanah yang diberikan Allah harus dijalani dengan sebaik mungkin.

Perjuangan Sendy belumlah berakhir. Rangkaian kisah yang dirangkum dengan apik dalam sebuah buku “Menemukan-Mu dan Menemukannya”. Buku ini adalah kisah nyata apa yang dialami seorang dengan gangguan bipolar, kisah kehidupan dari Sendy Hadiat.

Kenapa buku ini sangat menarik untuk dimiliki? Alasannya sederhana. Sendy adalah seorang ibu, sebagaimana banyak ibu lainnya di dunia ini yang juga kerap mendapatkan tekanan dari lingkungan, bahkan keluarganya sendiri.

Melalui buku ini, ketahuilah bahwa ibu tidak sendiri. Bahkan seorang dengan bipolar disorder pun dapat kembali normal. Bukanlah aib bila kamu pun mengalami hal yang sama. Alih-alih menutupinya, kamu bisa mengobati diri.

Selain dengan membaca buku ini, kamu juga bisa bergabung dengan grup tentang Bipolar yang digagas oleh Sendy. Di sini, kamu bisa mencurahkan perasan atau sekadar bertukar pikiran mengenai kehidupan.

Comments