5 Menu MPASI untuk Bayi Alergi

Setiap orangtua pastilah ingin memberikan makanan terbaik bagi bayinya. Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah masa ASI eksklusif selesai, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, jika ternyata si bayi alergi terhadap beberapa bahan makanan. Bayi Anda mengalami hal serupa? Berikut 5 menu MPASI untuk bayi alergi, sebagai tambahan referensi untuk Anda.

Alergi pada Bayi

Sebelum membahas lebih jauh tentang MPASI untuk bayi alergi, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu ‘alergi’. Wikipedia menjelaskan alergi sebagai kegagalan kekebalan tubuh seseorang. Kegagalan ini berupa hipersensitivitas tubuh seseorang dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik.

anak tidak ceria tanda bayi alergi terhadap mpasi

Batita Sehat (pelicanzero.files.wordpress.com)

Dengan bahasa sederhana, alergi adalah suatu kondisi dimana tubuh seseorang bereaksi secara berlebihan terhadap lingkungan, bahan atau benda yang dianggap asing atau berbahaya. Sedangkan penyebab hipersensitivitas tersebut disebut dengan alergen.

Tanda atau gejala alergi juga dapat bermacam-macam. Ini tergantung dari jenis alergen dan organ tubuh mana yang terkena. Namun, umumnya, organ tubuh yang bereaksi terhadap alergen adalah hidung, mata, kulit, telinga, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan.

Penyebab seseorang mengalami alergi secara umum adalah keturunan dan faktor lingkungan. Mayoritas riwayat alergi seseorang memang disebabkan karena faktor keturunan. Namun, faktor lingkungan saat ini juga mempunyai peran besar.

Perubahan paparan penyakit infeksi selama kanak-kanak, perubahan diet atau pola makan, tingkat alergen, dan polusi; adalah empat faktor lingkungan utama yang diyakini menjadi penyebab alergi muncul.

Lalu seperti apa jika alergi terjadi pada bayi? Dengan sistem imunitas tubuh yang belum sempurna, pastilah kita sebagai orangtua khawatir bayi lebih mudah terkena alergi. Jika bayi Anda sudah terkena alergi, sangat mungkin alergi ini akan ia rasakan hingga dewasa kelak.

bubur untuk bayi alergi susu sapi

Pilihlah Menu MPASI yang Tepat (vitamealbaby.com)

Seperti paparan di atas, alergi pada bayi dapat disebabkan karena faktor genetik atau keturunan. Jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap alergen tertentu, maka besar kemungkinan bayi Anda juga akan mengalami alergi serupa.

Selain faktor genetik, faktor lingkungan dan makanan juga diyakini sebagai alergen terbesar pada bayi. Dari kedua faktor tersebut, makanan memiliki peran yang lebih besar. Ini juga didasari karena sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna.

Beberapa bahan makanan yang sering menjadi alergen bagi bayi diantaranya adalah susu sapi, produk susu sapi (contohnya keju), telur, kacang, kedelai, gandum, ikan, dan jenis boga bahari seperti kerang. Sedangkan alergen dari lingkungan biasanya berupa debu, bulu binatang, cuaca dingin, juga jamur. Namun, kasus bayi yang alergi karena lingkungan lebih sedikit ditemukan daripada disebabkan oleh makanan.

Walau hal ini tidak berarti lantas Bunda tidak menyiapkan resep MPASI berbahan ikan atau produk olahan berbahan telur sama sekali, ya. Mengenalkan secara bertahap melalui variasi menu MPASI tetap boleh saja, kok.

Adapun tanda atau gejala alergi yang sering tampak pada bayi adalah gangguan pernafasan seperti batuk, bersin, susah bernafas, juga gangguan pencernaan seperti muntah, diare, sembelit, dan perut kembung. Selain pada sistem pernafasan dan pencernaan, gejala alergi lain yang sering ditampakkan tubuh bayi adalah pada kulit, seperti gatal-gatal dan ruam kulit. Bengkak pada wajah, bibir, dan lidah juga dapat menjadi gejala alergi pada bayi.

ruam bisa menjadi tanda bayi alergi terhadap mpasi

Ruam pada Bayi (babyrashclinic.com)

Nah, untuk menghindari adanya alergi bahan makanan pada bayi, caranya sangat mudah. Saat ini, para ahli di dunia sudah mengembangkan metode four days wait rule. Cara kerja metode ini adalah dengan memberikan satu jenis bahan makanan (single puree) kepada bayi, selama empat hari berturut-turut.

Metode tersebut dimaksudkan untuk mengobservasi apakah bayi mengalami alergi terhadap bahan makanan tertentu. Jika setelah empat hari bayi diberikan bahan makanan yang sama dan ia tidak menampakkan gejala alergi, berarti makanan tersebut bukanlah alergen dan bayi dapat terus mengonsumsinya.

Mengapa harus menunggu selama empat hari? Alasannya adalah, bayi dapat merasakan alergi terhadap bahan makanan tertentu setelah dua hari ia mengonsumsinya. Jadi, menunggu selama empat hari dianggap sebagai waktu yang cukup untuk melakukan observasi.

makanan bayi 7 bulan yang alergi

Variasikan Menu Makanan (acaai.org)

Menu MPASI untuk Bayi Alergi

Lalu bagaimana jika ternyata bayi alergi terhadap bahan makanan tertentu?Jangan khawatir, ada beberapa menu MPASI yang dapat Anda coba untuk bayi Anda. Berikut 5 menu MPASI untuk bayi alergi:

Biskuit Bayi Tanpa Telur dan Susu Sapi

Menu ini dapat diberikan pada bayi yang mengalami alergi terhadap susu sapi dan produk olahannya. Meski kandungan protein dan kalsium dari susu sapi tidak didapatkan, namun bayi Anda tetap mendapatkan asupan karbohidrat, protein nabati, dan glukosa dari menu ini.

biskuit bayi alergi susu sapi

Biskuit (choice.com.au)

Berikut adalah bahan yang diperlukan untuk membuat bubur bayi tanpa susu sapi:

  • Mentega tawar 160 gram
  • Gula bubuk 80 gram
  • Kacang mete panggang 75 gram, cincang halus
  • Choco chip 75 gram
  • Pasta cokelat Black Forest ½ sendok teh (optional, jika suka)
  • Tepung terigu rendah protein 210 gram
  • Cokelat bubuk 10 gram

Cara pembuatannya sebagai berikut:

  1. Ayak atau campurkan jadi satu tepung terigu dan cokelat bubuk.
  2. Cairkan mentega di atas api kecil hingga mencair dan lembek.
  3. Siapkan tempat untuk membuat adonan.
  4. Masukkan mentega cair.
  5. Tambahkan gula bubuk dan aduk-aduk hingga rata dan mencair.
  6. Masukkan tepung terigu dan pasta cokelat.
  7. Masukkan choco chip dan kacang mete cincang, aduk rata.
  8. Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil di atas loyang, kemudian pipihkan.
  9. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat Celcius selama 20 menit.
  10. Sajikan setelah hangat.

Nasi Tim Beras Merah Daging Sapi

Resep ini dapat Anda berikan pada bayi yang alergi telur, ikan atau boga bahari. Beras merah dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada beras putih. Beras merah diyakini mengandung serat, protein, magnesium, asam amino, zat besi, juga vitamin B dan vitamin A. Bayi Anda juga akan mendapatkan manfaat protein dari daging sapi.

bubur bayi yang tidak mengandung susu sapi

MPASI dengan Beras Merah (foodforkids.co.id)

Bahan-bahan yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut:

  • Beras merah 4 sendok makan, cuci bersih
  • Air bersih 400 ml
  • Daging sapi cincang 25 gram
  • Brokoli 40 gram, potong kecil-kecil
  • Bawang putih cincang ½ sendok teh
  • Irisan daun bawang 1 sendok teh

Berikut cara membuatnya :

  1. Masak beras merah bersama air hingga matang dan lunak
  2. Tambahkan daging sapi cincang, brokoli, bawang putih, dan daun bawang
  3. Masak hingga semua bahan matang dan air terserap, lalu angkat
  4. Masukkan nasi ke dalam panci tim
  5. Masak selama 30 menit dan tekstur beras benar-benar lunak
  6. Angkat dan tuang dalam piring bayi, sajikan selagi hangat

Bubur Ayam Bayam Merah

Jika bayi Anda juga mengalami alergi terhadap daging merah, resep ini dapat menjadi pilihan. Resep ini juga dapat Anda berikan untuk bayi yang alergi terhadap jenis makanan berprotein lain seperti ikan, telur, kacang-kacangan, kedelai, juga boga bahari.

Seperti poin sebelumnya, resep ini juga menggunakan beras merah yang kaya kalori, serat, zat besi, juga protein, namun rendah gula. Selain manfaat beras merah, Anda juga dapat mendapatkan asupan nutrisi yang kaya dari bayam merah.

sayuran untuk bayi alergi susu sapi

Bayam Merah Cocok untuk Menu Bayi Alergi (cbsminnesota.files.wordpress.com)

Selain kaya akan vitamin C dan vitamin A, bayam merah juga memiliki kandungan kalori, protein, kalsium, karbohidrat, dan fosfor yang lebih tinggi dari bayam hijau. Bayam merah juga mengandung zat besi yang bagus untuk pembentukan sel darah merah.

Untuk membuat bubur ayam bayam merah, Anda membutuhkan bahan-bahan berikut ini:

  • Beras merah 70 gram
  • Daging ayam 50 gram, potong dadu
  • Wortel 50 gram, kupas bersih dan potong dadu
  • Bayam merah 50 gram, cincang kasar
  • Minyak jagung ½ sendok teh

Bahan kaldu ayam:

  • Tulang ayam 500 gram
  • Daun seledri 50 gram
  • Wortel 1 buah, potong dadu
  • Daun salam 1 lembar
  • 800 cc air

Berikut cara pembuatannya:

  1. Siapkan kaldu ayam, dengan memasukkan semua bahan kaldu ayam ke dalam panci. Masak hingga air menyusut hingga separuh. Lalu angkat dan saring.
  2. Masukkan beras merah dan ayam ke dalam kaldu, masak hingga lunak.
  3. Masukkan wortel dan teruskan merebus hingga wortel melunak.
  4. Masukkan bayam merah dam minyak jagung. Masak selama 3 menit, lalu angkat.
  5. Tuangkan masakan ke dalam blender, dan haluskan.
  6. Tuangkan dalam piring saji dan hidangkan setelah dingin.

Pure Kentang Daging Brokoli

Untuk bayi Anda yang alergi terhadap gandum, kacang, dan ikan, resep ini cocok. Bayi Anda akan mendapatkan banyak manfaat kentang.

Selain sumber karbohidrat, kentang kaya akan serat larut dan tak larut yang baik untuk pencernaan. Juga, kentang memiliki kandungan antioksidan dan mineral yang cukup banyak. Anda juga bisa menyimak resep MPASI berbahan dasar kentang ini.

bubur untuk bayi alergi susu sapi

Bubur Kentang dan Brokoli (i1.wp.com)

Disamping kentang, pada resep ini bayi Anda juga akan mendapatkan banyak nutrisi dari brokoli. Kandungan yang kaya akan zat antioksidan alami, asam folat, dan vitamin A tentunya sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.

Berikut bahan-bahan yang perlu Anda siapkan untuk membuat pure kentang daging brokoli :

  • Kentang 2 buah, kupas dan potong dadu
  • Brokoli 7 kuntum, buang batangnya
  • Daging sapi cincang 25 gram
  • Minyak wijen ½ sendok teh
  • Air ½ gelas

Cara membuatnya adalah sebagai berikut :

  1. Kukus kentang bersama brokoli.
  2. Sambil mengukus kentang, tumis daging cincang dengan minyak wijen.
  3. Tambahkan air ke dalam tumisan daging.
  4. Setelah air menyusut, tambahkan kukusan brokoli.
  5. Terakhir tambahkan kukusan kentang dan aduk rata.
  6. Haluskan dengan blender hingga berbentuk pure dengan tekstur lembut.
  7. Tuangkan dalam piring saji dan pure kentang siap dinikmati.

Bubur Labu Kuning

Apakah bayi Anda memiliki alergi terhadap bahan makanan alergen yang populer seperti ikan, telur, kacang? Bila iya, maka bubur labu kuning ini dapat menjadi pilihan yang pas. Selain rasanya yang enak, labu kuning juga mengandung banyak nutrisi.

bubur untuk bayi alergi susu sapi

Bubur Labu Kuning (img-global.cpcdn.com)

Labu kuning atau banyak dikenal dengan nama waluh ini, mengandung banyak karbohidrat, vitamin dan mineral. Kandungan paling kaya dan populer dari labu kuning adalah beta-karoten-nya. Dengan nutrisi tersebut, labu kuning sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan kulit, juga mempertahankan kekebalan tubuh.

Untuk membuat bubur labu kuning, Anda perlu menyiapkan bahan-bahan ini :

  • Labu kuning¼ buah, kupas dan potong dadu
  • Tahu putih 2 buah, potong-potong
  • Seledri 1 batang, cincang kasar
  • Daging ayam 50 gram, pilih bagian dada, buang lemak dan kulitnya
  • Kacang polong 2 sendok makan

Bahan kaldu :

  • Tulang ayam 500 gram
  • Daun seledri 50 gram
  • Daun salam 1 lembar
  • Air secukupnya

Cara membuatnya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan kaldu ayam dengan memasak semua bahan kaldu ayam, hingga air menyusut setengahnya. Angkat dan saring.
  2. Masukkan labu dan daging ayam ke dalam kaldu. Masak hingga lunak.
  3. Masukkan tahu putih dan kacang polong, masak sebentar.
  4. Masukkan seledri.
  5. Setelah semua masak, angkat dan haluskan dengan blender.
  6. Tuangkan dalam piring saji dan bubur labu kuning siap disantap.
bubur untuk bayi alergi susu sapi

Siap Membuat Menu MPASI untuk Bayi Alergi (images.parenting.mdpcdn.com)

Menu MPASI untuk bayi alergi cukup mudah untuk dibuat. Walaupun bayi alergi terhadap bahan makanan tertentu, tetapi dia tetap bisa memperoleh nutrisi yang seimbang. Nah, selamat mencoba ya! Semoga bayi Anda menyukainya.

Comments