Eksotisme Pulau Mengkudu, Pantai di Lampung Selatan yang Tersembunyi

Senyumku mengembang saat membuka-buka beberapa foto saat libur panjang Ramadan yang lalu. Seperti biasa, kami sekeluarga memutuskan untuk menghabiskan waktu di kampung halaman suami. Namun, ada yang istimewa dalam perjalanan kali ini. Kami mengeksplorasi sebuah pantai di Lampung Selatan tepatnya di Pulau Mengkudu.

Tentu saja, keluarga kecil kami yang berdomisili di Serang membutuhkan effort untuk berangkat menuju Lampung. Mengingat lokasi rumah keluarga suami terletak di Kalianda, maka kami memilih kapal feri. Selain lebih dekat, harga tiketnya pun lebih murah.

Jangan disangka lokasi pantai mudah dicapai, ya! Letak pantai yang satu ini terbilang rumit dan berkelok-kelok. Rasa khawatir hinggap beberapa kali. Pasalnya, kami membawa bayi usia 15 bulan dan balita yang ketahanan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Setiap kali muncul rasa ragu, kukatakan pada diri sendiri, “Perjalanan ini toh beramai-ramai. Ada nenek, pa adang, ma anga, sampai etek-nya di sini. Mereka juga membawa anak masing-masing. Cuma ke pantai, kok. Cuma ke pantai”. Begitu terus kuulang-ulang dalam benakku.

Feeling-ku ternyata benar. Untuk tiba di pulau Mengkudu, pengunjung tidak hanya harus menuruni jalan setapak yang licin dan berbatu, tapi juga harus melalui batuan karang yang besar dan curam. Tidak hanya itu, kami juga harus menumpang kapal nelayan untuk bisa menginjakkan kaki di pantai.

Nyaris saja kuurungkan niat menuju ke pantai di pulau Mengkudu. Bukan apa-apa. Aku benar-benar khawatir bila si bayi terjatuh saat berada di kapal yang sempit dan kecil itu.

mengunjungi pantai di lampung selatan

Penyeberangan Menuju Pulau Mengkudu (Dokumentasi Pribadi)

Namun, aku bersyukur telah memutuskan tetap menumpang kapal bersama keluarga hingga sampai di pulau Mengkudu. Ya, pantai ini sangat cocok disebut sebagai hidden paradise!

Air laut tampak berwarna biru dan jernih. Paduan langit yang cerah dan hijau dari tumbuhan di pesisir pantai, membuat mata dan pikiran terasa segar.

Satu hal tak ternilai yang kusaksikan saat berada di pantai adalah gelak tawa riang gadis kecilku. Dia dan sepupu-sepupunya asyik bermain di pantai bersih dan indah itu.

“Seorang anak yang bebas bermain di alam, akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai lingkungannya. Bukan hanya itu, udara segar disertai panorama yang indah akan membuat si kecil lebih menyukai aktivitas di luar ruangan ketimbang sibuk bermain gadget di dalam rumah”.

Tidak sekalipun dia mengeluhkan panas matahari yang terik atau air laut yang terasa lengket di kulit. Bahkan, dengan berani anakku berlarian di pasir sambil sesekali mengejar ombak kecil yang datang.

Tentu saja, suamiku senantiasa mengawal tatkala anak-anak bermain. Aku pun tidak membuang waktu dan bergegas mengabadikan momen berharga si kecil dengan kamera hp.

Sambil bermain air dan pasir, si kecil kemudian memberondongku dengan beragam pertanyaan,

“Apa ini Bunda?”

“Kalau ini apa, Ayah?”

“Yang ini apa?”

Setiap bentuk yang ditemuinya di pasir diambil dan ditunjukkannya padaku. Kerang kecil beragam bentuk, hingga batuan kecil yang tampak unik karena tergerus ombak.

Begitu banyak celotehnya hari itu. Berulang kali pula dia berujar, “Yeeeee, main aiy (baca: air)!”

pantai di lampung selatan

Indahnya Pulau Mengkudu, Lampung Selatan (Dokumentasi Pribadi)

Aku menyadari bahwa kunjungan ke pulau Mengkudu telah memberiku pelajaran penting. Bahwa jangan sampai anak-anak kehilangan momen berharganya untuk berinteraksi dengan alam. Jangan sampai dia tumbuh menjadi pribadi yang terlanjur jatuh cinta dengan perangkat elektronik.

Bukankah itulah masalah yang kerap dihadapi anak-anak zaman sekarang? Generasi yang tumbuh menjadi pribadi yang kurang peka dengan lingkungan. Terlambat dikenalkan dengan keindahan alam dan pada akhirnya melupakan asyiknya bermain di luar ruangan.

Aku dan suamiku pun berjanji. Bahwa di liburan berikutnya, kami tetap akan menjelajahi wisata alam lain. Namun, mungkin liburan berikutnya kami akan melihat harga tiket pesawat terlebih dulu.

Jujur saja, kami belum pernah benar-benar membandingkan harga tiket pesawat dengan biaya perjalanan ketengan dari Tangerang menuju Lampung. Menimbang kenyamanan dan efektifitas waktu, rasanya bepergian dengan pesawat adalah pilihan yang lebih baik.

Apalagi, kini ada skyscanner yang bisa membantu mencari tiket murah. Jadi tidak usah ribet membandingkan satu persatu maskapai, untuk menemukan harga tiket yang paling cocok dengan bujet kami. Simak saja video berikut untuk kenalan dengan fitur keren dari skyscanner.

Semoga liburan berikutnya, tabungan kami mencukupi untuk kembali menjelajahi alam. Hem…meski masih seputar pantai di Lampung Selatan, ya. Karena, liburan kami memang selalu sepaket dengan mudik. Yang pasti, tujuan kami berlibur adalah untuk memberi pengalaman berharga bagi si kecil serta menumbuhkan rasa cintanya kepada alam.

Comments