Tips Agar Anak Rajin Belajar

Anak yang berprestasi di sekolah sudah tentu menjadi harapan setiap orang tua. Nilai akademis bisa menjadi patokan keberhasilan orang tua dalam mendidik anak agar rajin belajar. Padahal, anak-anak cenderung suka bermain ketimbang duduk belajar dalam ruang.

Untuk itu, ada beberapa tips yang mungkin Ayah dan Bunda dapat terapkan di rumah. Penasaran? Berikut ini ulasannya.

Kenali Pola Belajar Anak

Tidak semua anak suka belajar dengan cara membaca atau duduk diam di dalam ruangan. Anak-anak memiliki beragam pola belajar yang tentu akan membantunya dalam berkonsentrasi. Hal ini akan membantu anak memperoleh nilai yang baik di sekolah.

Beberapa tipe belajar anak antara lain; audio, visual, dan kinestetik. Sebagian anak mempunyai pola belajar yang merupakan kombinasi dari tipe-tipe belajar. Misalnya anak audio-visual, dia lebih menyukai belajar dengan lagu dan gambar.

Cara mengenalinya bisa dengan melihat kebiasaan anak saat sedang belajar. Jika ia suka bersenandung maka ia cenderung pada audio. Mudah mengingat tayangan televisi, bisa jadi dia berpotensi belajar secara visual. Lalu anak yang belajar sambil menggerakkan tubuhnya kerap bersifat kinestetik.

Rajin belajar menyebabkan anak berprestasi

Setiap Anak Punya Pola Belajar yang Berbeda (sg.theasianparent.com)

Cari Tahu Minat dan Bakat Anak

Jangan memaksakan cita-cita Anda kepada anak. Pahami bahwa setiap anak pasti dilahirkan dengan keistimewaannya masing-masing. Maka, wajar bila anak memiliki minat dan bakat yang berbeda, bahkan saudara sekandung sekalipun.

Cara mengenali minat dan bakat bisa melalui uji sidik jari, psikotes, atau yang paling sederhana adalah melihat potensi dan hobi anak. Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting. Sepatutnya orang tua mengenali potensi anaknya ketimbang orang lain. Meski, tidak ada salahnya juga untuk berdiskusi dengan guru yang mungkin lebih berpengalaman dalam mengenali potensi anak.

Berikan Energi Positif

Biasakan memberi semangat positif pada anak. Jika memang si kecil telah berupaya belajar namun prestasinya belum menunjukkan peningkatan, mungkin ada potensi lain yang masih tersembunyi dalam dirinya. Berikan dia sugesti positif.

Jangan pernah membandingkannya dengan orang lain. Termasuk dengan saudaranya sendiri. Alih-alih merasa termotivasi, hal itu hanya akan membuatnya merasa kalah.

Biarkan anak membangun rasa kompetisi yang positif. Tanamkan kepercayaan diri, bahwa dia memiliki kelebihan selain materi akademis. Nah, Bunda perlu berdialog dengan si kecil. Berikan kesempatan anak untuk menuturkan minatnya. Dan jika dia belum mengetahui apa yang diminatinya, jangan memaksanya.

Terus bimbing anak untuk menggali kemampuan dirinya. Seiring berjalannya waktu, anak Anda akan memahami dirinya sendiri. Barulah dia akan mengetahui potensi dan minatnya.

Ciptakan Situasi Rumah yang Kondusif untuk Belajar

Setelah mengetahui pola belajar anak dan minatnya, bantu dia untuk bisa fokus belajar. Caranya adalah dengan mengkondisikan situasi di dalam rumah. Jika dia butuh suasana rumah yang tenang, maka berikan dia ruangan khusus untuk belajar.

Bisa juga dengan memberikan sudut ruang tersendiri yang digunakan bergantian dengan anggota keluarga lainnya. Manfaatnya, dia akan merasa dihargai. Anak pun jadi bersemangat untuk belajar.

Buatkan Jadwal Belajar

Jadwal belajar akan membantunya mengingat tugas dan materi yang diperolehnya di sekolah. Buatlah dengan bentuk dan warna yang menarik. Akan lebih baik jika Bunda mengajak buah hati untuk membuatnya bersama-sama.

Tempelkan jadwal belajar tersebut di lokasi belajar anak. Selalu dampingi anak dalam proses belajar. Setidaknya ingatkan dia akan tugas dan kewajibannya dari sekolah.

Jadwal yang Menarik Membuat Anak Senang Belajar

Buatlah Jadwal yang Menarik (myautisticmuslimchild.files.wordpress.com)

Selain memperlajari materi akademis di sekolah, anak juga membutuhkan bekal materi pelajaran kehidupan. Materi yang hanya dapat ditemukannya melalui interaksi sosial. Maka, jangan lupa ajak anak untuk bersosialisasi dan terlibat aktif dengan lingkungan.

Dalam hal ini orang tua berperan penting untuk memberikan contoh. Semoga tips ini bermanfaat dan anak pun jadi rajin belajar. Selamat mencoba.

Comments