Tips Memilih Tempat Penitipan Anak (Daycare) untuk Bayi dan Balita

Tingginya kebutuhan ekonomi, telah mendorong semakin banyak wanita untuk berkarier di luar rumah. Hal yang kemudian berimbas pada melonjaknya kebutuhan bagi para ibu dalam memilih tempat penitipan anak atau baby day care untuk menjaga anak-anak mereka saat bekerja.

Di satu sisi orang tua sangat membutuhkan taman penitipan anak yang terjangkau, baik dari segi harga maupun lokasi. Namun di sisi lain, orang tua tetap akan sangat mementingkan kenyamanan dan keamanan buah hatinya.

Perlu Anda ketahui, bahwa taman penitipan anak mempunyai standar yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Standar ini tertuang dalam Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan PAUD, Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat pada tahun 2015.

Jadi jika Anda termasuk orang tua yang enggan menitipkan sang buah hati kepada baby sitter atau pengasuh anak di rumah, maka tips memilih tempat penitipan anak ini sangat layak untuk disimak.

Mengenali Konsep Day Care

Taman penitipan anak atau yang relatif lebih dikenal dengan sebutan daycare, mempunyai definisi yang telah diatur oleh Kemendikbud. Daycare adalah salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan non-formal yang mengadakan program pendidikan bagi anak sejak lahir sampai maksimal berusia 6 tahun, dengan prioritas sejak lahir sampai menginjak usia 4 tahun.

bayi dititipkan di daycare

Menitipkan Bayi di Daycare (media.mlive.com)

Sebelum memutuskan untuk menitipkan anak, Anda harus menanyakan konsep penitipan yang diusung oleh lembaga tersebut.

Ada 2 bentuk daycare yang lazim diketahui oleh masyarakat.

  1. Baby day care yang menerima penitipan bayi dari usia 3 bulan.

Usia ini bertepatan dengan habisnya masa cuti ibu melahirkan. Jadi, buat para ibu yang kesulitan mencari baby sitter atau tidak ada sanak keluarga yang bisa mengasuh si kecil, baby daycare bisa menjadi solusinya.

  1. Day care atau taman penitipan anak yang hanya menerima anak dari usia 1 tahun.

Biasanya taman penitipan anak ini disertai dengan tambahan peserta didik berusia 6 tahun. Daycare semacam ini merangkap kelas PAUD khusus bagi anak yang telah menginjak usia 3 tahun.

Jadi setelah menjalani kelas PAUD, anak tetap tinggal di taman penitipan sampai orang tuanya pulang dari kantor dan menjemputnya. Ini menjadi nilai tambah bagi Anda yang biasa bekerja hingga sore hari.

Kedua bentuk tersebut diperbolehkan oleh pemerintah. Namun untuk bisa menerima bayi sebagai peserta didik, kesiapan lembaga sangat diperhatikan. Baik dari sisi kelengkapan fasilitas sampai ke jumlah tenaga perawat bayi yang berpengalaman.

Setelah mengetahui konsep dari tempat penitipan anak, Anda dapat memutuskan yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Macam-macam permainan di daycare

Beragam Permainan di Tempat Penitipan Anak (s-media-cache-ak0.pinimg.com)

Memeriksa Kelengkapan Fasilitas

Taman penitipan anak yang baik akan menyediakan fasilitas yang mumpuni untuk perawatan anak. Terlebih bila daycare juga menerima penitipan bayi berusia dibawah 1 tahun.

Fasilitas yang seharusnya dimiliki oleh tempat penitipan anak antara lain:

  1. Permainan anak

Jenis permainan anak harus bervariasi. Hal yang juga snagat penting adalah permainan memenuhi SNI dan diberikan sesuai panduan usia anak.

  1. Pemisahan area bermain anak sesuai usianya

Anak-anak relatif belum bisa mengendalikan kekuatan maupun emosi. Hal ini bisa membahayakan anak yang berusia lebih kecil.

Perlu Anda ketahui, terkadang meski telah diberlakukan pemisahan tetapi anak kerap ingin bermain dengan anak yang berusia berbeda. Hal ini bisa ditoleransi dengan catatan, adanya jaminan pengawasan dari pengasuh.

  1. Pagar di pekarangan

Keamanan adalah hal yang sangat penting. Lokasi taman penitipan sebaiknya jauh dari jalan besar dan berpagar terkunci.

Hal yang terpenting adalah memastikan pagar tidak bisa dibuka oleh anak-anak. Selain itu, pengawasan atas akses memasuki taman penitipan anak juga harus selalu terkontrol.

  1. Kamar mandi

Untuk yang satu ini, Anda harus memeriksa kebersihan dan keamanan kamar mandi. Bersih dalam artian tidak berbau dan tidak kotor. Aman berarti tidak mudah terkunci dari dalam dan bahan pintu tidak tajam atau membahayakan anak.

  1. Lantai dan dinding beralas empuk

Lantai dan dinding area bermain anak selayaknya diberikan alas atau lapisan empuk. Playmat harus terpasang di tempat-tempat anak bermain.

  1. Area karantina untuk anak yang sedang sakit

Poin yang satu ini seringkali terlewatkan. Anak yang sedang sakit membutuhkan lebih banyak istirahat.

Keberadaan ruang karantina khusus akan membantu menghindarkan kemungkinan penularan penyakit kepada ank-anak lain. Meskipun tentu saja, akan sangat bijak untuk membiarkan anak beristirahat di rumah bersama Anda untuk mempercepat proses penyembuhan.

  1. Ruang tidur anak

Salah satu hal yang penting dalam tumbuh kembang anak adalah porsi tidur yang pas. Untuk itu, Anda harus memastikan kenyamanan area tidur atau kamar yang disediakan untuk anak-anak.

Mungkin sebagian orang tua akan merasa sungkan untuk menanyakan keadaan kamar tidur anak. Namun, hal ini tetaplah perlu untuk dilakukan.

Apalagi bila anak belum bisa berkomunikasi lancar kepada orang tua. Jangan sampai, anak Anda ternyata pola istirahat siangnya terganggu karena kondisi ruang tidur yang kurang nyaman dan bersih.

ruang tidur yang nyaman di daycare

Ruang Tidur Anak yang Aman dan Nyaman (/s-media-cache-ak0.pinimg.com)

Mempertimbangkan Lokasi

Carilah tempat penitipan anak yang mempunyai jarak tempuh singkat dari rumah Anda. Pertimbangan lokasi ini sangat berpengaruh terhadap kondisi anak.

Perjalanan yang jauh menuju ke tempat penitipan anak, akan menjadi kurang efisien untuk Anda. Selain itu, si kecil pun bisa jadi merasa lelah di perjalanan yang bisa mengakibatkan semangatnya menurun atau bahkan kesehatannya terganggu.

Jarak tempuh paling jauh yang masih memungkinkan untuk Anda pilih adalah sekitar 15-20 menit dari rumah.

Untungnya sebagian perkantoran di pusat kota umumnya menyediakan fasilitas daycare. Jika kantor Anda adalah salah satunya, maka sebisa mungkin utamakan untuk melakukan survei ke tempat penitipan anak ini.

Tanyakan pula adanya kemungkinan layanan antar jemput untuk anak-anak. Bila memang ada, pastikan jadwalnya sesuai dengan waktu Anda pulang kantor.

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah, andai memungkinkan pilih tempat penitipan anak yang dekat dengan rumah sanak famili atau kawan dekat.

Tujuannya adalah bila sewaktu-waktu ada hal yang diluar dugaan terjadi, si kecil bisa dititipkan sementara ke rumah saudara tersebut. Tentunya sambil menunggu Anda pulang dari kantor untuk segera menjemputnya.

Bukan cuma itu, lokasi tempat penitipan anak yang baik setidaknya berjarak dari jalan raya. Tujuannya agar tidak bising dan mengganggu kenyamanan anak, serta terhindar dari polusi udara.

Mengetahui Rencana Kegiatan Harian DayCare

Pastikan Anda menanyakan silabus pembelajaran taman penitipan anak kepada pihak pengelola. Day care yang baik biasanya membuat rencana kegiatan harian taman penitipan anak.

Anda tidak harus meminta data kurikulum penitipan anak secara lengkap. Cukup meminta pihak pengelola untuk menjabarkan kegiatan taman penitipan anak yang akan dilakukan.

membaca buku di daycare

Membaca adalah Salah Satu Kegiatan di Tempat Penitipan Anak (www.pebbles-daycare.co.uk)

Untuk memperoleh pembanding, Anda bisa mencari kurikulum taman penitipan anak nasional secara daring (online). Tidak ada salahnya untuk mempelajari beberapa contoh kegiatan di taman penitipan anak.

Tujuannya tidak lain untuk bisa memantau perkembangan anak setelah mengikuti daycare. Bukan cuma itu, Anda pun bisa melanjutkan proses pembelajaran di rumah.

Melakukan Perbandingan Biaya Penitipan Anak

Tidak dapat dimungkiri, saat ini taman penitipan anak semakin menjamur khususnya di kota-kota besar. Namun, tentunya ada perbedaan fasilitas maupun kualitas antara daycare yang satu dengan yang lainnya.

Bahkan kalaupun Anda tertarik dengan tempat penitipan anak berbasis franchise, Anda tetap harus mencari pembanding. Apalagi jika franchise penitipan anak tersebut menganut sistem yang bisa dimodifikasi oleh pemiliknya.

Kelebihan beberapa franchise daycare jakarta adalah biaya tempat penitipan anak yang ditawarkan relatif seragam. Hal ini memudahkan Anda membuat perbandingan harga penitipan anak dengan kualitas serta fasilitas yang ditawarkan.

Beberapa daycare menawarkan sistem pembayaran bulanan. Namun, tidak sedikit pula yang menawarkan opsi pembayaran harian.

Tentunya di awal penitipan, Anda akan dikenakan biaya gedung serta diwajibkan untuk membayar deposit. Biaya penitipan anak cenderung bervariasi. Mulai dari Rp150.000,00 sampai dengan Rp200.000,00 per hari.

Pastikan Anda menanyakan jadwal penitipan serta apa saja fasilitas yang akan diperoleh buah hati tatkala berada di taman penitipan. Selain itu, tanyakan pula kemungkinan adanya denda jika Anda terlambat menjemput si kecil.

Bermain bersama teman-teman

Bermain Bersama di Daycare (gazettereview.com)

Memeriksa Legalitas Lembaga

Perizinan tempat penitipan anak adalah faktor yang tidak kalah signifikan dalam memilih daycare. Jangan sampai ternyata lembaga yang Anda pilih justru belum mempunyai legalitas.

Lembaga yang sudah mempunyai izin usaha daycare biasanya akan menerapkan aturan-aturan sesuai panduan yang diberikan oleh pemerintah terkait pendirian usaha penitipan anak.

Anda dapat menanyakan kepada pihak manajemen apakah taman penitipan anak yang dikelolanya telah resmi. Meskipun umumnya, taman pendidikan anak akan mencantumkan izin usahanya pada plang nama lembaga.

Adanya Pengasuh dan Staf yang Berpengalaman

Anda tentu menginginkan anak dijaga oleh seseorang yang berpengalaman dalam hal pengasuhan, bukan?

Untuk itu, Anda harus memastikan apakah pengelola memang mempekerjakan pengasuh yang berpengalaman. Selain itu, tanyakan pula berapa jumlah maksimal anak yang diawasi oleh 1 orang pengasuh.

Biasanya perbandingan antara anak dan pengasuh adalah 1 banding 5. Tentu perbandingan ini akan berubah tergantung pada usia anak yang diasuh.

Bukan cuma itu, perbandingan pengasuh juga dipengaruhi oleh kebijakan lembaga. Perlu diingat, bahwa semakin banyak pengasuh yang berpengalaman akan memengaruhi biaya penitipan anak.

Dalam memilih tempat penitipan anak, Anda memang harus ekstra teliti. Kenapa? Karena menemukan daycare yang cocok bagi bujet Anda juga nyaman untuk si kecil bukanlah perkara mudah.

Anak betah berada di tempat penitipan anak

Pastikan Si Kecil Merasa Betah di Tempat Penitipan Anak (www.yourperk.com)

Sediakan waktu khusus untuk mengunjungi langsung tempat penitipan anak yang Anda minati. Jangan lupa buatlah daftar beberapa pilihan daycare di wilayah yang berdekatan. Hal ini akan menghemat waktu Anda untuk bisa melakukan survei secara bergantian di hari yang sama.

Tidak hanya itu, buatlah janji dengan pihak pengelola lembaga atau mungkin guru penanggung jawab yang berkepentingan. Anda juga bisa menilai kesiapan dan cara berkomunikasi pihak lembaga terhadap Anda.

Saat melakukan survei, tanyakan apakah ada kelas uji coba untuk anak. Jadi, Anda bisa mencoba menitipkan anak selama setengah hari untuk menilai apakah si kecil merasa kerasan atau tidak di taman penitipan tersebut.

Bila tidak terdapat kelas uji coba, Anda bisa mencoba cara lain. Bawalah sang buah hati untuk ikut serta melihat-lihat taman penitipan anak yang Anda tuju.

jangan lupa, kebersihan dan kerapihan tempat penitipan anak juga perlu untuk Anda perhatikan. Bila saat melakukan survei daycare tampak kusam dan kotor, mungkin itu pertanda bahwa tempat tersebut tidak cocok untuk Anda.

Memilih tempat penitipan anak tidak bisa Anda lakukan secara terburu-buru. Untuk itu, akan sangat bijak mencari daycare beberapa bulan sebelum Anda harus meninggalkan si kecil karena aktifitas di luar rumah.

Comments