Pertimbangkan 10 Hal Ini Sebelum Kamu Upload Foto di Media Sosial

Kamu punya akun media sosial? Sering update nggak? Bagi sebagian orang, rasanya kurang lengkap tanpa sehari saja tidak update status di media sosial. Entah sekadar upload foto terkini, lagi makan apa, sedang apa, atau bahkan barang dagangan kita.

Tidak ada salahnya untuk mengoptimalkan manfaat dari akun media sosial kita, lho. Yang penting, kamu tetap memperhatikan batasan-batasan tertentu. Tujuannya tak lain agar postingan kita tidak tersangkut UU ITE atau mungkin menuai haters.

Lalu, apa saja yang patut kamu pertimbangkan sebelum menekan tombol upload foto di medsos? Yuk, langsung kita simak.

1. Materi Foto Tidak Mengandung Informasi Personal

Tentunya kamu tahu bahwa akun media sosial bisa diakses oleh siapa pun dan kapan pun. Bahkan meski bila kamu mengaktifkan mode private. Masih ada kemungkinan tangan-tangan jahil yang bisa meng-hack akun media sosial kamu, lho.

Hal ini menjadi alasan kuat mengapa kamu sebaiknya tidak memajang foto yang memuat informasi personal kamu. Informasi penting seperti alamat rumah lengkap, alamat sekolah anak, atau lokasi belanja yang sering kita datangi.

pertimbangkan upload foto saat bersama anak

Keluarga Berbelanja (ninjamommers.com)

Kadang beberapa orang tua yang bangga, tanpa sadar meng-upload foto rapor anak yang menampilkan alamat sekolah lengkap dengan kelas sang anak. Atau memajang foto anak saat berada di daycare, yang menampilkan ciri lokasi. Wah, bisa bahaya bila dilihat predator anak!

Padahal, sudah cukup banyak kasus yang melibatkan anak-anak. Jadi, bila memang ingin membagi kebahagiaan akan prestasi si kecil, sebaiknya memajang fotonya bersama kawan-kawannya dalam sebuah event saja. Lebih aman bukan?

2. Konten Foto Tidak Menjurus ke Pornografi

Beberapa orang memang berlainan pendapat soal mana foto yang bisa dikatakan pornografi atau yang dianggap seni. Meskipun demikian, kamu bisa mempertimbangkan kelayakan foto yang akan di upload berdasar pada norma adat ketimuran untuk masyarakat Indonesia.

Akan lebih bijak bila kamu tidak memajang foto yang menunjukkan lekuk tubuh pria maupun wanita. Apalagi foto yang menyiratkan ambigu, seakan objek tidak berbusana.

Hal ini juga berlaku untuk foto anak-anak di bawah umur, ya. Masih ingat ‘kan kasus pedofil yang ternyata mengincar foto-foto anak yang berpakaian minimalis? Untuk itu, pilah kembali mana foto yang benar-benar layak pajang. Jangan sampai foto yang sudah kamu upload malah mendatangkan bahaya bagi kamu serta keluargamu.

3. Bukan Foto Tindak Kekerasan

Masih ingat kasus skip challenge? Percaya atau tidak, posting berlebihan yang menampilkan foto-foto ‘kegembiraan’ para pelaku tantangan mematikan tersebut, justru malah berpotensi memancing rasa keingintahuan pelajar lain.

Bukan hanya itu, penyebaran foto pelaku skip challenge tanpa sensor, memungkinkan terjadinya bully atau memojokkan si pelaku. Perlu diingat, bagaimana pun tantangan berbahaya tersebut bisa terjadi karena kurangnya kontrol dari orang dewasa di sekitar anak.

jangan upload foto kekerasan

Skip Challenge (wanitaindonesia.co.id)

Contoh kasus lain adalah video atau foto yang menggambarkan kekerasan atau tindakan sadis. Konten semacam itu sebenarnya jauh dari layak untuk di posting ke media sosial. Kecuali telah melalui proses seleksi, misalnya; mengaburkan wajah pelaku, atau mengaburkan bagian foto yang dianggap terlalu sadis untuk dilihat.

4. Foto Tidak Memancing Perdebatan ke Arah SARA

Benefit dari adanya akun media sosial adalah untuk menyampaikan informasi seluas mungkin dengan upaya yang terbilang gampang. Sangat disayangkan bila akun kamu digunakan untuk menyebarkan foto atau meme yang memancing perpecahan.

Lain halnya bila foto tersebut justru bertujuan untuk menyampaikan kebenaran pada komunitas tertentu. Ingat, apa yang telah kamu upload di dunia maya bila telah tersebar, maka akan sangat sulit untuk ditarik kembali.

5. Foto Tidak Mengekspos Wajah Secara Close-Up

Sebisa mungkin jangan memajang foto yang menampilkan wajah kamu secara close-up. Kenapa? Lagi-lagi, foto kamu mungkin saja disalahgunakan oleh tangan jahil yang tidak bertanggung-jawab.

pilih mana foto selfie untuk upload

Foto Selfie (nosesecret.files.wordpress.com)

Tentu lain halnya bila kamu unggah foto yang formal dengan tujuan identitas kerja. Biasanya foto formal semacam ini pun menampilkan tubuh secara proporsional.

Pasti kamu tak mau bukan, bila foto wajah kamu di crop lalu di edit sedemikian rupa kemudian dimanfaatkan untuk hal yang jahat.

6. Jangan Menjadi Ajang Pamer

Nggak ada salahnya kok, kalau kamu bahagia dengan beragam pencapaian dalam hidup kamu. Namun, akan lebih bijak jika kamu memilah mana yang bisa menjadi konsumsi publik.

Khususnya terkait hal material. Tak sedikit mereka yang mempunyai keterbatasan ekonomi aktif di lini media sosial. Tatkala kamu mungkin mem-posting sesuatu, bukan tak mungkin ada pihak yang merasa iri.

Tahu bukan, banyak orang yang kemudian berdebat di akun media sosial mereka? Bahkan ada pula beberapa orang yang memiliki banyak haters ketimbang followers asli yang menyukai postingan mereka.

upload foto bukan untuk pamer kekayaan

Jangan Upload Foto untuk Pamer (ski-buzz.co.uk)

Bahkan bukan tidak mungkin postingan-mu malah memancing penjahat untuk menjadikan kamu sasaran empuk. Duh, amit-amit, ya.

7. Bukan Foto Personal Orang Lain

Jangan pernah meng-upload foto orang lain tanpa sepengetahuannya. Mungkin hal ini tidak berlaku untuk foto hasil liputan atau event.

Namun, lain halnya jika foto adalah milik pribadi yang kamu bagikan melalui akun media sosial kamu tanpa meminta izin yang bersangkutan. Wah, ini termasuk pelanggaran privasi, lho.

Ketimbang terjerat masalah bertele-tele hanya karena upload foto tak berizin, lebih baik kamu mengurungkan niat melakukan posting. Hal ini juga berlaku untuk upload foto bayi atau pun anak orang lain. Meskipun foto anak tersebut adalah saudara kamu sendiri.

Tentu, hal ini tidak berlaku bila saudara atau famili kamu tidak keberatan, ya. Ingat, hal yang dianggap biasa saja dilakukan, bukan berarti itu benar untuk dilakukan, lho.

8. Setting Privasi Foto

Sebelum memutuskan untuk mem-posting foto, sebaiknya kamu mempelajari aturan privasi foto, ya. Sebagai contoh; di facebook, kamu bisa memilih siapa saja akun yang bisa melihat posting-an kamu.

Aturan privasi ini mudah ditemukan, kok. Bila kamu bingung, cukup banyak tutorial langkah per langkah untuk melakukan privasi di google.

upload foto bareng teman

Wefie (howcoolbrandsstayhot.com)

Privasi foto akan sangat bermanfaat buat kamu. kenapa? Karena biasanya, tidak semua akun dalam friendlist adalah orang yang benar-benar kamu kenal. Apalagi sahabat atau keluarga. Iya ‘kan?

9. Jangan Sembarangan Men-Tag Orang

Biasakan untuk selalu meminta izin kepada orang yang ingin kamu tag dalam sebuah foto. Kenapa demikian? Karena masing-masing orang mempunyai prinsipnya sendiri terkait foto yang mungkin dianggap pribadi.

Tidak jarang lho, kawan jadi berselisih paham hanya karena hal tag atau menandai foto yang mereka kurang sukai di akun media sosial. Apalagi bila foto yang kamu posting di setting publik. Duh, siap-siap minta maaf dan un-tag foto mereka, ya.

10. Perhatikan Waktu Upload Foto Liburan

Terakhir, yang tak kalah penting adalah memperhatikan waktu meng-upload foto saat liburan. Apalagi jika kamu berlibur sekeluarga ke luar kota dan menginap.

Akan lebih aman bila kamu meng-upload foto berlibur bersama keluarga di saat kamu telah kembali ke rumah. Kamu tentu nggak mau ‘kan, rumah kamu digerayangi hacker akun yang mengambil kesempatan saat penghuni rumah berlibur?

pilih saat yang tepat untuk upload foto berlibur

Upload Foto Saat Liburan Keluarga (kidspass.co.uk)

Satu lagi, pastikan kamu juga tak mencantumkan lokasi lengkap tempat kamu berlibur bersama keluarga. Kenapa? Lagi-lagi alasannya adalah keamanan. Tak sedikit pelaku kejahatan yang mengincar keluarga yang sedang berlibur, lho.

Dari kesepuluh poin di atas, semoga kamu bisa lebih bijak dalam upload foto ke akun media sosial. Namun tentu saja, keputusan ada di tangan kamu, kok. Tapi harus ingat, nantinya kamu-lah yang akan menanggung segala konsekuensinya. Selamat berseluncur di dunia maya!

Comments