Yuk, Kenali Ciri-Ciri Anak yang Kecanduan Game Online

Perkembangan zaman yang semakin maju tidak hanya mendatangkan kemudahan, namun juga tantangan tersendiri. Salah satunya keberadaan koneksi internet yang memberi akses bagi anak untuk bermain game online. Beragam jenis game online tidak jarang membuat anak kecanduan hingga lupa waktu.

Dalam hal ini, sepatutnya orang tua bersikap ekstra waspada. Kecanduan game online tidak kalah merusak dibandingkan dengan jenis candu lain. Untuk itu, orang tua harus mampu mengenali ciri-ciri anak yang mulai kecanduan game online.

Malas Bersosialisasi

Sibuk dengan ‘teman’ di dalam game online memang berpotensi membuat anak malas bergaul. Ketimbang berkumpul dengan teman seusianya, anak akan lebih suka berinteraksi dengan permainannya. Sayangnya, hal ini berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang kurang terasah kemampuan sosialnya. Jangankan peduli terhadap sekitarnya, anak yang kecanduan game online biasanya kurang memperhatikan kondisi diri sendiri.

Tahan Bermain Berjam-Jam

Jam bermain yang terus bertambah dapat mengindikasikan terjadinya kecanduan. Anak akan marah dan merespons berlebihan jika dilarang bermain.

Bahkan tidak jarang karakter anak berubah keras, ketika orang tua berupaya memotong jam mainnya. Bila hal ini terjadi pada sang buah hati, Bunda harus waspada. Mulai alihkan aktivitasnya dari bermain game online ke hal-hal lain yang lebih bermanfaat.

Sulit Berkonsentrasi

Baik pada pelajaran atau ketika diajak berinteraksi, anak akan mulai kehilangan fokus. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kecenderungannya untuk segera bermain kembali.

Biasanya, anak akan menunjukkan penurunan nilai akademis. Akan sangat bijak untuk mengajak anak berdiskusi. Tanyakan apa yang membuatnya sangat menyukai game online yang dimainkannya. Lalu, ajak anak mengurangi jam bermain dan menggantinya dengan waktu untuk belajar.

Kelelahan

Anak yang kerap menghabiskan waktunya bermain game online biasanya rela tidak tidur dan beristirahat. Semua dilakukan demi menyelesaikan level permainan.

Maka, hal yang wajar bila anak menjadi kelelahan. Terlebih bila orang tua mempunyai kesibukan di luar rumah. Pengawasan akan jatah bermain game online menjadi sulit dikendalikan.

Nafsu Makan Menurun

Sudah nilai menurun, kelelahan, ditambah pula dengan malas makan. Ya, inilah efek samping yang dirasakan anak yang telah kecanduan pada permainan daring. Bukan tidak mungkin, dalam jangka panjang anak mengalami kekurangan gizi.

Tidak hanya itu, anak akan menolak makan di ruang makan. Anak bahkan menghindari berkumpul bersama keluarga. Kenapa? Karena menurutnya itu hanya membuang waktu dari porsinya untuk bermain.

Mengalami Gangguan Fisik

Gangguan yang biasanya dialami anak bervariasi. Sebagian besar mengalami gangguan penglihatan. Bukan cuma itu, anak juga berpotensi mengalami perubahan struktur tulang punggung, hingga tampak bertubuh bongkok.

Kecanduan game online dapat diatasi. Asalkan orang tua benar-benar berkomitmen untuk memberikan pengawasan dan mendampingi anak.

Anak yang sedang dalam usia pertumbuhan membutuhkan banyak aktivitas yang bervariasi. Di satu sisi, game online memberikan kesempatan bagi anak untuk berimajinasi tanpa batasan seperti di dunia nyata.

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua saat menyadari anaknya telah kecanduan game online adalah bukan memarahi anak. Larangan secara langsung justru akan membuat anak membangkang dan melawan dengan keras.

Justru yang terpenting adalah mulai berkompromi. Perubahan dari ketergantungan menjadi biasa, jelas memerlukan waktu. Jangan terburu-buru, ya. Berikan anak ruang untuk menemukan hobi lain, di luar kesukaannya bermain game online.

Alih-alih menyita gawai miliknya. Berikan jadwal pemakaian yang disepakati baik oleh orang tua maupun anak. Namun, sebaiknya memang jangan memberikan anak di bawah umur 17 tahun gawai pribadi.

Biarkan dia menggunakan gawai bersama dengan Bunda atau Ayah. Gawai bisa diawasi pemakaiannya. Selain itu, anak pun terhindar dari potensi kecanduan game online.

Comments